kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

MNC batal akuisisi Blitz


Minggu, 10 Februari 2013 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Dampak kekurangan vitamin a pada kehamilan


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Niat MNC Grup merambah bisnis hiburan khususnya bioskop mesti kandas. Setelah proses negosiasi yang cukup panjang, akhirnya MNC Grup batal membeli jaringan bioskop Blitzmegaplex.

Direktur PT Global Mediacom Tbk (BMTR) David Audy mengatakan, akuisisi itu urung dilakukan karena tidak sesuai dengan minat MNC Grup. "Tidak sesuai dengan term and conditionnya," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (7/2).

Sebelumnya, perseroan berencana memasukan Blitz ke dalam lini bisnis medianya di bawah PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Niat akuisisi Blitz ini memang santer terdengar sejak tahun lalu. Saat itu Blitz memang masih memiliki beban keuangan yang cukup besar. Namun dari proses negosiasi yang cukup panjang, MNC Grup tidak mendapatkan harga yang diinginkan.

Padahal menurut David, pasar bioskop di Indonesia cukup besar dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. "Ya sebenarnya peluang bisnis di sektor itu masih cukup bagus, namun kami akan lebih konsen ke bisnis media," kata dia.

Sekedar mengingatkan, Blitz yang berada di bawah PT Graha Layar Prima. Graha Layar Prima dikabarkan kesulitan keuangan akibat utangnya kepada Quvat Management Pte Ltd, sebuah pengelola dana investasi di Singapura. Sejak saat itu, bisnis Blitz mulai terlunta-lunta dan terus merugi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×