kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Mitrabahtera Segara terus lakukan efisiensi agar kinerja positif


Senin, 19 Maret 2018 / 21:31 WIB
ILUSTRASI. IPO Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS)


Reporter: Riska Rahman | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain karena pendapatan yang meningkat, turunnya rugi PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) juga didukung oleh efisiensi. Strategi ini pun akan terus dipertahankan agar perusahaan pelayaran ini bisa terus meningkatkan kinerjanya di tahun 2018.

Selama tahun 2017, MBSS berhasil menekan rugi hingga 70,36% dari US$ 29,87 juta menjadi US$ 8,85 juta. Selain karena pendapatan MBSS yang naik 4,09% menjadi US$ 68,45 juta, penurunan rugi yang signifikan ini, menurut Wakil Direktur Utama MBSS Lucas Djunaidi, juga didukung oleh upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Merujuk pada laporan keuangan tahunan MBSS, emiten pelayaran ini berhasil menekan beban umum dan administrasi sebesar 23,28% dari US$ 11,25 juta di tahun 2017 menjadi hanya US$ 8,63 juta di tahun lalu. Beban langsung MBSS pun hanya tumbuh sebesar 1,67% menjadi hanya US$ 65,91 juta.

Strategi ini pun akan dilanjutkan di tahun 2018 agar kinerja keuangan MBSS menjadi positif tahun ini. "Salah satu caranya ialah dengan membidik kontrak-kontrak jangka panjang agar kami bisa mengoptimalkan trip ratio kami," terang Lucas kepada Kontan.co.id, Senin (19/3).

Di sisi lain, cucu usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini pun menargetkan pertumbuhan pendapatan yang cukup agresif tahun ini. Menurut Lucas, pendapatan MBSS di tahun 2018 ini ditargetkan bisa tumbuh sebesar 25% hingga 30%.

Ia pun optimistis pertumbuhan ini dapat dicapai oleh MBSS di tahun 2018. Pasalnya, harga batubara yang sudah cukup stabil membuat permintaan kontrak jangka panjang dari para klien semakin tinggi tahun ini.

Untuk mendukung target tersebut, MBSS pun menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 27,2 juta. "Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan perawatan armada serta membeli armada baru," ujar Lucas. Sayang, ia enggan menyebutkan berapa jumlah armada yang akan ditambah tahun ini.

Sebagai informasi, hingga akhir 2017 lalu emiten pelayaran yang menyediakan jasa tunda dan tongkang (tug and barge) untuk mengangkut batubara ini memiliki 69 armada kapal tunda dan tongkang serta enam floating crane. MBSS pun menggunakan seluruh armada mereka untuk mengangkut batubara klien mereka, di antaranya ialah PT Adaro Indonesia, PT Cotrans Asia, PT Kideco Jaya Agung, PT Berau Coal, dan yang terbaru ialah PT Muji Line.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×