kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Minyak dunia naik tipis US$ 44,91 per barel


Jumat, 25 September 2015 / 06:48 WIB
Minyak dunia naik tipis US$ 44,91 per barel


Sumber: AFP | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Harga minyak dunia naik tipis pada Kamis (Jumat pagi WIB), memulihkan beberapa kerugian sesi hari sebelumnya yang dipicu oleh peningkatan produksi minyak AS.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 43 sen menjadi ditutup pada 44,91 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman November, bertambah 42 sen menjadi berakhir di 48,17 dollar AS per barel di perdagangan London.

WTI telah jatuh lebih dari empat % pada Rabu, setelah laporan Departemen Energi AS menunjukkan sedikit kenaikan dalam produksi minyak AS untuk pekan yang berakhir 18 September, menghentikan penurunan produksi selam enam minggu beruntun.

Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, mengatakan tidak ada cerita pasar minyak besar dan dikaitkan dengan kenaikan Kamis terhadap "banyak volatilitas." Analis mengatakan kelebihan pasokan akan terus membatasi keuntungan. Harga minyak telah jatuh dari lebih dari 100 dollar AS per barel pada Juli 2014 menjadi di bawah 50 dollar AS per barel untuk sebagian besar 2015.

"Gambaran keseluruhan tetap tidak berubah, pasar masih kelebihan pasokan sampai saat ini, yang akan diatasi dalam jangka menengah dengan penurunan produksi minyak AS," kata Commerzbank.

Analis Citi Futures Tim Evans mengatakan penurunan produksi sejauh ini tidak cukup untuk mengayunkan pasar.

"Kami akan tetap dengan basis kasus kami skenario 'lebih rendah lebih lama' dalam hal harga minyak," kata Evans.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×