kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.691   105,00   0,60%
  • IDX 6.416   -306,98   -4,57%
  • KOMPAS100 851   -42,06   -4,71%
  • LQ45 634   -23,87   -3,63%
  • ISSI 231   -11,86   -4,88%
  • IDX30 360   -11,13   -3,00%
  • IDXHIDIV20 445   -10,05   -2,21%
  • IDX80 98   -4,30   -4,22%
  • IDXV30 126   -3,61   -2,79%
  • IDXQ30 116   -2,98   -2,50%

Minat safe haven turun, rupiah tergerus


Rabu, 07 Juni 2017 / 19:09 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terbebani oleh prospek pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Kecemasan pasar terhadap sejumlah isu global juga membuat rupiah ditinggalkan.

Di Pasar Spot, Rabu (7/6) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,05% ke level Rp 13.303 dibanding sehari sebelumnya. Sementara pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah terkikis 0,16% ke level Rp 13.307 per dollar AS.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, investor menjauhi aset berisiko termasuk rupiah menjelang pengumuman kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) serta pemilihan umum Inggris.

"Sedangkan dari dalam negeri, rupiah dibebani oleh pernyataan Gubernur BI, Agus Martowardojo mengenai prospek pertumbuhan ekonomi dalam negeri," tuturnya.

BI memprediksi, pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya sebesar 5,1% - 5,5%. Angka tersebut lebih rendah dari target pemerintah di level 5,4% - 6,1%.

Kamis (7/6) Faisyal memperkirakan dollar AS akan melemah lantaran pelaku pasar mencermati testimoni mantan Direktur FBI James Comey pada penyelidikan tentang dugaan keterlibatan Rusia dalam kampanye Presiden Donald Trump. Meski demikan, rupiah sulit mengambil peluang untuk menguat. "Sebab, investor masih akan memburu safe haven," imbuhnya.



 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×