kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.044   -44,00   -0,24%
  • IDX 6.064   22,49   0,37%
  • KOMPAS100 797   6,39   0,81%
  • LQ45 605   5,04   0,84%
  • ISSI 210   -0,12   -0,05%
  • IDX30 341   2,35   0,69%
  • IDXHIDIV20 425   2,65   0,63%
  • IDX80 91   0,78   0,87%
  • IDXV30 116   0,84   0,73%
  • IDXQ30 110   0,76   0,70%

Meski pendapatan turun, analis rekomendasikan beli saham XL Axiata (EXCL)


Rabu, 08 September 2021 / 08:25 WIB


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan pendapatan yang turun 1% secara year on year (yoy) di semester I/2021, menjadi Rp 12,98 triliun dari Rp 13,09 triliun di tahun lalu. Akan tetapi pendapatan triwulanannya naik 7,7% secara quarter on quarter (qoq) dan naik 2,2% secara year on year (yoy).

Analis Aldiracitra Sekuritas Agus Pramono dalam risetnya yang dirilis 8 Agustus melihat, EXCL mencatatkan peningkatan penggunaan data selama Lebaran, subsidi pemerintah pada kuota pendidikan dan persaingan yang lebih rasional berjalan seiring dengan pertumbuhan pendapatan.

EXCL juga mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 1,8% secara qoq, di kuartal II/2021, sementara rerata pendapatan per pengguna (APRU) naik sedikit menjadi 36 ribu dari 35 ribu di kuartal I/2021 yang dapat dikaitkan dengan peluncuran Paket Keluarga Akrab dan Paket Suka-suka.

Hal tersebut didukung oleh biaya pemasaran yang lebih tinggi, naik 47% secara yoy dan 21,9% secara qoq di kuartal II/2021, seiring dengan perluasan titik distribusi EXCL.

Baca Juga: Berkinerja mentereng, simak rekomendasi saham Bundamedik (BMHS)

Agus juga menaksir, saat ini meskipun adanya peningkatan dalam persaingan, industri seluler masih menghadapi tantangan dasar Internet of Things (IoT).

Sehingga, menurutnya inilah yang melatarbelakangi EXCL untuk mengembangkan bisnis Fixed BroadBand (FBB) dengan meluncurkan produk-produk konvergensi. Manajemen EXCL dan pemegang saham berencana untuk mengakuisisi 66% saham LINK untuk mempercepat pertumbuhan, yang dapat menjadi nilai tambah, tergantung pada harga akuisisi.

Akan tetapi, Agus melihat EXCL harus mempertimbangkan dampak dari jaringan 5G yang akan datang, karena home pass LINK masih berbasis teknologi tembaga.

Agus rekomendasikan beli dengan target harga Rp 3.600 per saham.

 

 

Selanjutnya: Outlook ROE berpotensi lebih rendah, ini rekomendasi saham BDMN dari Maybank Kim Eng

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×