kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Meski ada libur Natal, IHSG diprediksi cenderung menguat


Minggu, 22 Desember 2019 / 17:35 WIB
ILUSTRASI. Penengendara berada di depan layar pergerakan saham kawasan Jenderal Sudirman


Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Waktu perdagangan pekan depan tidak efektif karena terpotong libur Natal. Meskipun begitu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan menguat. 

"Pekan depan ada potensi menguat, tapi kami perkirakan volume akan lebih tipis karena hari trading terbatas," kata Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (20/12). 

Asal tahu saja, berdasar data RTI business, pada pekan sebelumnya IHSG mencatatkan penguatan hingga 1,40% dalam sepekan. Adapun sejak awal tahun hingga akhir pekan lalu, IHSG juga tercatat menguat 1,45%. 

Lebih lanjut Dessy menjelaskan, pekan ini IHSG akan menguat didorong oleh aksi beli asing yang tinggi karena periode window dressing. Berdasar RTI Business, selama sebulan terkahir aksi beli asing tercatat Rp 3,94 triliun. Bahkan, sepekan terakhir investor asing mencatatkan aksi beli hingga Rp 5,89 triliun. 

Baca Juga: IHSG rebound 0,55% ke level 6.284,37 di perdagangan Jumat (20/12), ini faktornya

Meskipun IHSG diproyeksi masih akan menguat pekan depan, Dessy melihat saat ini bukan momentum yang tepat untuk melakukan trading. Momentum yang tepat justru bulan November yang lalu ketika pasar sedang turun. Menurutnya, pada saat itu investor bisa secara selektif memilih saham dengan fundamental yang baik untuk berinvestasi. 

Akan tetapi, untuk investor yang ingin melakukan trading di sisa tahun ini, Dessy menyarankan untuk mengamati saham emiten  perbankan dan emiten crude palm oil (CPO).

"Untuk saat ini kami masih melihat  pergerakan positif pada saham-saham perbankan dan CPO sehingga masih bisa layak untuk di koleksi pada waktu yang terbatas menjelang akhir tahun ini," katanya. 




TERBARU

[X]
×