kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.920   50,00   0,28%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Menunggu data China, bursa Asia bangkit


Rabu, 11 November 2015 / 07:55 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia mendaki dari posisi terendah empat pekan terakhir pada pagi ini (11/11). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.37 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2%.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,5%, indeks Topix Jepang naik 0,2%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2%. Adapun indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%.

Rebound yang terjadi pada bursa Australia mendorong kenaikan pada bursa regional. Padahal, pada sesi pagi, indeks acuan Asia sempat melemah akibat kecemasan investor akan rencana The Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya pada Desember mendatang.

Kenaikan bursa Asia dari posisi terendah empat pekan terjadi menjelang dirilisnya data ekonomi China. Hari ini, China akan merilis data penjualan ritel, produksi pabrik, dan data fixed asset investment.

"Pelaku pasar akan memperhatikan betul mengenai data ekonomi China. Mengingat tren inflasi China yang melemah, pelaku pasar ingin mengetahui seberapa kuat ekonomi China saat ini," jelas Chris Weston, chief market strategist IG Ltd di Melbourne.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×