Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Mengawali pekan ini, rupiah menguat signifikan. Penguatan rupiah didukung oleh kinerja saham serta wacana paket kebijakan jilid III.
Di pasar Spot, Senin (5/10) nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS menguat 0,98% ke level Rp 14.503. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai tukar rupiah menguat 0,7% ke level Rp 14.604 per dollar AS.
Trian Fathria Research and Analyst Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk mengatakan, penguatan rupiah ditopang oleh membaiknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di samping itu, deflasi bulan September serta wacana paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid III turut mengangkat pergerakan rupiah. "Paket ekonomi jilid III terdiri dari penurunan BBM, tarif dasar listrik, serta penurunan bunga pinjaman bank," ujar Trian.
Sementara dari luar, mata uang USD juga sedang melemah pasca data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu kurang menggembirakan.
Namun demikian, Trian memperkirakan rupiah masih rawan terkoreksi. Sebab, posisi cadangan devisa akhir bulan September yang akan diumumkan Rabu (7/9) berpotensi menurun. "Ini dapat menahan penguatan rupiah," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












