kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.220   -82,51   -1,13%
  • KOMPAS100 999   -14,52   -1,43%
  • LQ45 737   -9,11   -1,22%
  • ISSI 254   -3,96   -1,54%
  • IDX30 401   -5,57   -1,37%
  • IDXHIDIV20 501   -8,92   -1,75%
  • IDX80 113   -1,43   -1,26%
  • IDXV30 137   -1,22   -0,88%
  • IDXQ30 131   -2,12   -1,60%

Mengenal aset kripto United States Dollar Tether (USDT)


Kamis, 24 Juni 2021 / 20:23 WIB
Mengenal aset kripto United States Dollar Tether (USDT)
ILUSTRASI. United States Dollar Tether (USDT)


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. United States Dollar Tether (USDT) adalah sebuah aset kripto yang mengklaim nilai per asetnya senilai dengan US$ 1. Sehingga, pergerakan naik turunnya mengikuti kurs dolar, berbeda dengan aset kripto seperti bitcoin.

Pada saat beberapa aset kripto lain mengalami pelemahan beberapa waktu ke belakang, bahkan anjlok cukup dalam, aset kripto yang dirilis oleh Tether Limited ini tetap berada di kisaran angka satu dolar AS dengan kecenderungan naik tipis.

Menanggapi hal tersebut menurut CEO digitalexchange.id Duwi Sudarto menilai ketika tren turun biasanya pemegang koin kripto berlomba-lomba membeli aset ini, sehingga menyebabkan harga USDT naik.

Baca Juga: Harga terpuruk dalam, pembawa acara TV ini lepas Bitcoin miliknya

Senada, Co-founder Cryptowatch dan pengelola channel Duit Pintar Christopher Tahir juga menilai bahwa pasar cash out terbanyak ke USDT, sehingga membuat harga USDT naik.

“Sama halnya dengan hukum pasar, jika permintaan banyak sedangkan supply yang beredar terbatas, maka membuat harga menjadi naik,” kata Duwi kepada Kontan.co.id, Rabu (24/6).

Namun, Duwi melihat bahwa aset ini adalah aset yang kontroversial sampai sekarang. Investigasi Office of Attorney General (OAG) di New York menemukan bahwa Tether tidak memiliki akses perbankan dimanapun di dunia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×