Reporter: Anna Marie Happy | Editor: Rizki Caturini
JAKARTA. Pergerakan harga perak membuntuti nilai emas. Penyelesaian krisis utang Eropa yang berlarut-larut, membuai naik dollar AS. Di pasar valuta, penguatan the greenback, berimbas pada penurunan minat menempatkan dana di komoditas berharga, seperti emas dan perak.
Namun, spekulasi bahwa pimpinan The Federal Reserve (The Fed), Ben S. Bernanke, melanjutkan quantitative easing 3 (QE3), meniupkan angin segar bagi sejumlah komoditas logam, termasuk perak. Data penjualan ritel AS yang mengecewakan semakin mengobarkan spekulasi bahwa QE3 akan berlangsung pada kuartal ketiga.
Nilai kontrak pengiriman perak untuk September 2012 di Bursa Comex, Nymex, Selasa (17/7), menguat 0,51% dari hari sebelumnya, menjadi US$ 27,46 per troi ons. Jika dihitung dari rekor terendah di tahun ini, yaitu US$ 26,29 per troi ons, harga perak kemarin telah naik 4,45%.
Analis Realtime Futures, Wahyu Tribowo Laksono, mengatakan, perak masih layak sebagai instrumen investasi. Namun, investasi perak, secara fisik, kurang diminati di dalam negeri. Padahal, harga perak terkini, yaitu US$ 27 per troi ons, sudah terbilang rendah. Memang, perak masih terancam mengalami koreksi harga lanjutan.
“Penentu arah pergerakan harga perak dan emas, saat ini, bukan lagi masalah fundamental. Harga lebih dipengaruhi sentimen AS. Krisis Eropa seharusnya bisa mengangkat harga perak dan emas. Namun para pemodal saat ini lebih menantikan kabar dari The Fed,” kata dia.
Selama tidak Amerika tidak menggulirkan QE tahap ketiga, Wahyu memprediksi, harga perak akan sulit terdongkrak. Di saat harga perak berada di bawah tekanan, seperti saat ini, investor disarankan tidak memasang posisi tertentu, alias bersikap wait and see. "Dalam jangka panjang, harga perak cenderung mengalami pelemahan," tutur dia.
Analis Askap Futures, Kiswoyo Adi Joe, tetap memasang proyeksi yang optimistis, yaitu perak akan bergerak menanjak. Ia beralasan, perak tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi, tetapi juga memiliki kegunaan sebagai bahan baku industri.
Dari kacamata teknikal, peluang kenaikan perak ditunjukkan candlestick yang menembus garis tengah bollinger band. Moving average convergecen-divergence (MACD) bergerak makin ke atas.
Kenaikan harga tersebut juga ditunjukkan oleh stochastic yang bergerak naik. Bila mampu naik hingga menyentuh US$ 27,65 per troi ons, ada peluang harga perak menjadi US$ 28,5 per troi ons.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan, pergerakan perak cukup volatil. Jika harga terus turun, ada potensi perak bisa terkoreksi hingga US$ 19 per troi ons.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













