kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Menanti data inflasi


Selasa, 29 Oktober 2013 / 06:02 WIB
Menanti data inflasi
ILUSTRASI. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rupiah melemah tipis. Di pasar spot Senin (28/10), USD/IDR naik 0,36% ke 11.055. Tapi, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), pasangan USD/IDR turun 1,11% ke 11.018.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures, mengatakan rupiah melemah karena aksi ambil untung pelaku pasar setelah mampu menguat pada pekan lalu. Selain itu, investor masih wait and see menanti rilis data ekonomi dalam negeri, seperti inflasi dan neraca perdagangan.

Senada, Rully Arya Wisnubroto, analis pasar uang Bank Mandiri mengatakan, pelaku pasar masih menunggu data inflasi bulan Oktober dan data ekspor Indonesia yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), awal November nanti.

Dari sisi global, kata Rully, pasar juga akan mencermati hasil pertemuan Bank Sentral AS di pekan ini. Aksi tunggu itu membuat dollar AS bergerak mendatar. "Pasar masih menunggu kejelasan mengenai kelanjutan program stimulus moneter AS," ujar Rully.

Hari ini, Christian memperkirakan, rupiah akan cenderung melemah terbatas di kisaran 10.930-11.055. Sedangkan, Rully memprediksi, pasangan mata uang USD/IDR akan bergerak mendatar di kisaran 10.900-11.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×