kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Menanti data inflasi


Selasa, 29 Oktober 2013 / 06:02 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Rupiah melemah tipis. Di pasar spot Senin (28/10), USD/IDR naik 0,36% ke 11.055. Tapi, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), pasangan USD/IDR turun 1,11% ke 11.018.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures, mengatakan rupiah melemah karena aksi ambil untung pelaku pasar setelah mampu menguat pada pekan lalu. Selain itu, investor masih wait and see menanti rilis data ekonomi dalam negeri, seperti inflasi dan neraca perdagangan.

Senada, Rully Arya Wisnubroto, analis pasar uang Bank Mandiri mengatakan, pelaku pasar masih menunggu data inflasi bulan Oktober dan data ekspor Indonesia yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), awal November nanti.

Dari sisi global, kata Rully, pasar juga akan mencermati hasil pertemuan Bank Sentral AS di pekan ini. Aksi tunggu itu membuat dollar AS bergerak mendatar. "Pasar masih menunggu kejelasan mengenai kelanjutan program stimulus moneter AS," ujar Rully.

Hari ini, Christian memperkirakan, rupiah akan cenderung melemah terbatas di kisaran 10.930-11.055. Sedangkan, Rully memprediksi, pasangan mata uang USD/IDR akan bergerak mendatar di kisaran 10.900-11.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×