kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Menanti BI rate


Kamis, 12 September 2013 / 06:27 WIB
Menanti BI rate
ILUSTRASI. Transaksi Akulaku PayLater diproyeksi naik 30% dibandingkan Ramadhan 2021


Reporter: Kornelis Pandu Wicaksono | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis. Rabu (11/9), IHSG turun 0,2% ke 4.349,42. Kondisi ini berseberangan dengan bursa regional yang naik. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% ke 137,40.

Analis Magnus Capital, Eric Ng mengatakan, pelemahan IHSG karena aksi profit taking setelah indeks naik 6% sejak dua hari terakhir. Sedangkan, menurut analis Trust Securities, Yusuf Nugraha, penyebab pelemahan IHSG karena pelemahan rupiah. "Kemarin, rupiah cenderung melemah, sekarang di Rp 11.400, padahal sebelumnya di Rp 11.200," ujar dia. Ini menimbulkan kekhawatiran pasar.

Hari ini, pelaku pasar menanti keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate). "Prediksi pasar tetap di 7%," ujar Yusuf. Selain itu, data dari luar negeri, seperti data pengangguran di Amerika Serikat yang diprediksi naik juga akan mewarnai bursa. Namun, kata Eric, pelaku pasar lebih mencermati keputusan The Fed soal stimulus ekonomi, pekan depan.

Eric memperkirakan, IHSG bergerak akan mixed cenderung naik di 4.250-4.375, hari ini. Sedangkan, Yusuf memprediksikan, IHSG bergerak naik terbatas. Ia menduga, IHSG akan berada di level support 4.190-4.300 dan resistance 4.420-4.470.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×