kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Megapolitan Incar IPO Rp 400 M


Senin, 04 Januari 2010 / 10:10 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Test Test

JAKARTA. PT Megapolitan Development akan menggelar penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) pada kuartal pertama tahun ini. Rencananya, perusahaan pengembang kawasan Cinere ini bakal melepas 25% dari total saham.

Sekretaris perusahaan Megapolitan, Lisia Wijaya mengungkapkan, pihaknya berharap bisa meraup dana IPO hingga Rp 400 miliar. "Yang jelas, dananya untuk ekspansi usaha dan modal kerja," kata dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Dia bilang, harga IPO baru akan dibeberkan setelah masa penawaran awal (bookbuilding) rampung. Sebagai penjamin emisi IPO (underwriter), Megapolitan menunjuk Bahana Securities, Makinta Securities, dan OSK Nusa Dana Securities.

Direktur Invesment Banking Bahana Securities Andi Sidharta menyatakan, prospektus IPO Megapolitan sudah dimasukkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Diharapkan akhir Januari ini sudah mendapatkan kepastian," imbuh dia, kemarin (3/1).

Analis Universal Broker Securities Andri Zakarias Siregar berpendapat, IPO perusahaan properti seperti Megapolitan mempunyai prospek cerah, mengacu kepada hasil IPO perusahaan-perusahaan properti sebelumnya, seperti
PT Bumi Citra Permai Tbk, yang mendulang sukses. "Masih positif untuk properti menggelar IPO, apalagi latar belakangnya masih bagus dan tersebar di tempat strategis," ujar Andri.

Dia merekomendasikan beli saham IPO Megapolitan karena proyek strategis mereka punya daya jual yang tinggi. Apalagi, lanjut Andri, selama ini sektor properti lebih tahan terhadap krisis dan valuasinya tergolong murah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×