kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Medco tutup anak usaha yang produksi etanol


Jumat, 18 Oktober 2013 / 17:58 WIB
Medco tutup anak usaha yang produksi etanol
ILUSTRASI. Kunyit.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup cucu perusahan PT Medco Ethanol Lampung. Perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan dan produksi ethanol.

Lukman A. Mahfud, Direktur Utama MEDC menjelaskan Medco Ethanol Lampung merupakan perseroan yang dimiliki sepenuhnya MEDC melalui anak usaha perseroan PT Medco Downstream Indonesia.

"Perseroan telah menghentikan dan menutup kegiatan operasi kilang etanol pada 16 Oktober 2013 karena tidak cukupnya pasokan bahan baku yang berkesinambungan yaitu singkong dan tetes tebu," jelas Lukman dalam keterbukaan informasinya, Jumat (18/10).

Menurut Lukman dengan ditutupnya operasi kilang tersebut berarti MEDC tidak lagi memiliki unit usaha yang beroperasi di sektor hilir kecuali kepemilikan minoritas di PT Puma Medco Petroleum yang merupakan unit usaha penjualan dan distribusi high speed diesel. Dengan demikian, PT Medco Downstream Indonesia dan anak-anak perusahannya tidak lagi beroperasi di sektor hilir.

Lukman juga menjelaskan dampak keuangan dari penghentian kegiatan operasi tersebut terhadap laporan keuangan tahun 2013 adalah perseroan akan melakukan reklasifikasi atas akun-akun anak perusahaan terdampak dalam laporan keuangan mengenai "Aset Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×