kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.917   -71,00   -0,39%
  • IDX 6.186   64,01   1,05%
  • KOMPAS100 803   9,41   1,19%
  • LQ45 614   5,85   0,96%
  • ISSI 215   3,05   1,44%
  • IDX30 340   3,03   0,90%
  • IDXHIDIV20 433   6,02   1,41%
  • IDX80 92   1,10   1,21%
  • IDXV30 117   1,90   1,65%
  • IDXQ30 111   1,37   1,25%

MDKA menggaet pinjaman anyar sebesar US$ 25 Juta


Kamis, 08 September 2016 / 04:37 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mendapatkan pinjaman sebesar US$ 25 juta, setara Rp 326,07 miliar. Fasilitas kredit ini diperoleh dari Pierfront Capital Mezzanine Fund Pte Ltd.

Sekretaris Perusahaan MDKA Ellie Turjandi menjabarkan, sebesar US$ 10 juta dari pinjaman itu akan digunakan untuk membiayai fasilitas kelebihan biaya alias cost overrun. Lalu, selebihnya untuk membiayai modal kerja dan pengembangan proyek milik perseroan, di proyek tambang Tujuh Bukit.

"Periode pinjaman ini selama 48 bulan sejak tanggal pencairan pertama dilakukan," ujarnya, Rabu (7/9).

Untuk memperoleh pendanaan tersebut, MDKA menjaminkan saham perseroan dan aset lain yang ada pada Merdeka Mining Partners Pte Ltd selaku pemberi gadai.

Bunga dikenakan berdasarkan persentase margin 6,75% per tahun ditambah penghitungan LOBOR dan minimum tingkat pengembalian 9% per tahun dari jumlah pokok pinjaman. "Kreditur bukan pihak afiliasi perseroan," imbuh Ellie.

Kedua pihak juga meneken dokumen International Swaps and Derivatives Association Inc (ISDA). Ini merupakan transaksi pertukaran emas alias gold swap. Transaksi swap dimulai pada 1 Juli 2017 hingga 1 Juli 2020.

Dalam periode itu, MDKA akan melakukan pembayaran per ounce emas untuk 7.000 ounces dengan beberapa ketentuan harga yang disepakati. Asal tahu saja, ini bukan pertama kali perusahaan mendapatkan pinjaman.

Sebelumnya, MDKA melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) juga mendapat suntikan kredit sebesar US$ 130 juta untuk mengembangkan proyek mineral emas dan perak Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.

Pinjaman berasal dari sindikasi tiga bank, yaitu BNP Paribas (cabang Singapura), Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (cabang Jakarta) dan Societe Generale Asia Limited (cabang Hong Kong).

Manajemen mengharapkan, tambang emas Tujuh Bukit akan mulai berproduksi pada kuartal IV 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×