kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Mayoritas mata uang Asia terapresiasi atas dolar


Kamis, 26 Januari 2012 / 10:24 WIB
Mayoritas mata uang Asia terapresiasi atas dolar
ILUSTRASI. Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KUALA LUMPUR. Mata uang Asia mencatatkan penguatan awal tahun terbaik sejak 2006. Hal itu terlihat dari pergerakan Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index yang naik sehingga memberikan kontribusi sebesar 1,6% sepanjang bulan Januari.

Sementara itu, pada pukul 09.00 waktu Kuala Lumpur, ringgit terapresiasi 1,3% menjadi 3,0435 per dolar AS. Adapun won Korea Selatan menguat 0,4% menjadi 1.121,32 dan baht Thailand perkasa 0,7% menjadi 31,38.

Di negara lain, peso Filipina menguat 0,5% menjadi 42,195 per dolar dan rupiah Indonesia menguat 0,7% menjadi 8.975 per dolar. Sedangkan pasar finansial di China dan Taiwan masih ditutup karena libur nasional.

Apreasiasi mata uang Asia terjadi setelah the Federal Reserve memberikan sinyal untuk mempertahankan suku bunga rendah mendekati nol hingga 2014 mendatang. Hal itu yang kemudian mendongkrak permintaan aset-aset yang memiliki yield tinggi di kawasan regional.

"Pelemahan dolar menyebabkan penguatan mata uang Asia, termasuk won. Pertumbuhan ekonomi yang melambat tidak cukup kuat mengguncang kepercayaan investor," jelas Kim Sung Soon, chief currency dealer Bank of Korea.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×