kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mayoritas bursa asia dibuka menguat


Senin, 07 Agustus 2017 / 09:05 WIB


Sumber: CNBC,Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

TOKYO. Bursa Asia dibuka menguat, Senin pagi (7/8). Sentimen risiko investor cenderung membaik, meski di tengah antisipasi respons Korea Utara terkait sanksi yang dijatuhkan PBB.

Mengutip Bloomberg, pukul 08.51 WIB, indeks Nikkei 225 naik 0,62%. Lalu, indeks Kospi melaju 0,67%, dan S&P/ASX 200 menguat 0,82%.

Sentimen positif pasar didukung data penyerapan tenaga kerja di Amerika Serikat bulan Juli yang melebihi ekspektasi. Data yang solid bahkan mendongkrak posisi dollar AS.

Senin pagi, dollar diperdagangkan pada level yang relatif lebih kuat dibandingkan pekan lalu. Indeks dollar bergulir di level 93,40, setelah sempat tumbang ke posisi 92,83 pada pekan lalu.

Meski demikian, pasar juga msedang menunggu tanggapan Pyongyang terhadap sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB, akhir pekan lalu. PBB sepakat  memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara terkait uji coba rudal balistik antar benua pada bulan Juli. Sanksi itu disebutkan dapat mengurangi pendapatan ekspor tahunan sebesar US$ 3 miliar.

Sejumlah analis menduga, sanksi tersebut tidak mungkin bisa menghalangi pemimpin Kim Jong Un untuk mengejar ambisinya mengembangkan senjata nuklir.

Dari pasar Asia, saham Bank Commonwealth Australia turun 0,48%, setelah bank mengklarifikasi bahwa kesalahan pengkodean perangkat lunak mengakibatkan terjadinya pelanggaran undang-undang anti pencucian uang yang dituduhkan Australian Transaction Reports and Analysis Centre, pekan lalu. Commonwealth Bank mengatakan akan mengajukan pernyataan pembelaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×