kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mata uang garuda stagnan pada perdagangan pagi


Kamis, 26 Juli 2012 / 10:38 WIB
ILUSTRASI. Monumen Cincin Olimpiade terlihat di depan kantor pusat Komite Olimpiade Jepang (JOC) dekat Stadion Nasionaldi Tokyo, Jepang, Rabu (23/6/2021),REUTERS/Issei Kato


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah terlihat sedikit menguat pada pembukaan perdagangan valas pagi, Kamis (26/7). Pada pukul 10.04 WIB, pasangan (USD/IDR) berada di posisi 9.499, menguat tipis dari penutupan hari sebelumnya di 9.508.

Dealer Forex Bank Rakyat Indonesia (BRI) Taufan Tito, menilai, pergerakan mata uang garuda pagi ini masih stagnan.

"Kemarin sempat menguat seiring meredanya tekanan dollar AS terhadap mata uang euro,"kata Taufan kepada KONTAN, Kamis (26/7). Untuk perdagangan hari ini (26/7), Taufan memprediksi rupiah masih bergerak flat terhadap dollar AS, dengan kecenderungan potensi melemah.

Pelemahan ini juga menurut Taufan dikarenakan bidding (permintaan) rupiah di luar negeri yang terlihat dari Non Delivery Forward (NDF) masih tergolong tinggi dan mahal. "Gap bidding yang lebar antara perdagangan rupiah di offshore dan domestik akan berpotensi mengggiring rupiah melemah," jelas taufan.

Pada perdagangan valas hari ini (26/7), Taufan memperkirakan pairing (USD/IDR) akan bergerak di range 9.490-9.500. "Tentu jika level 9.500 ditembus, kemungkinan bisa meresahkan pelaku pasar," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×