kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Masih kena imbas rupiah


Kamis, 28 November 2013 / 06:03 WIB
Masih kena imbas rupiah
ILUSTRASI. Proyek Pelabuhan Patimban Fase II akan segera dibangun usai adanya perjanjian pembiayaan untuk proyek tersebut oleh Jepang


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tipis. Rabu (27/11), IHSG naik 0,38% ke 4,251.49. Sebaliknya, indeks MSCI Asia Pasifik, yang mencerminkan kondisi bursa regional, melemah 0,2% ke 141,29.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas Fadhil Herdyansyah mengatakan, penguatan IHSG kemarin hanya rebound teknikal karena sudah menyentuh level support. "Investor masih akan konsentrasi pada nilai tukar rupiah, karena Bank Indonesia menyerahkan ke pasar," kata Fadhil.

Menteri Keuangan Chatib Basri, dalam acara Investor Summit, kemarin, mengatakan, nilai tukar rupiah dirancang pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan. Ini membuat investor yakin ada tren perbaikan.

Namun sepertinya, dampak kebijakan tersebut tidak akan terasa dalam waktu dekat. Menurut Fadhil, nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah terutama karena surat utang negara yang akan jatuh tempo bulan depan sebesar US$ 21 miliar.

Analis Magnus Capital Eric Ng menilai, IHSG secara teknikal ada potensi menguat. Dia memproyeksikan, IHSG bergerak di 4.200-4.285. Sedangkan, Fadhil memprediksikan, IHSG melemah di kisaran 4.220-4.280.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×