kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.825   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Manulife targetkan dana kelolaan naik 25% di 2012


Selasa, 29 November 2011 / 17:33 WIB
Manulife targetkan dana kelolaan naik 25% di 2012
ILUSTRASI. Jack Ma diprediksi telah tewas atau dipenjara setelah lama menghilang


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) optimistis bisa meraih peningkatan dana kelolaan sebesar 25% di 2012.

Adapun, dana kelolaan tahun ini ditargetkan bisa mencapai Rp 31 triliun. Direktur Investment Specialist MAMI Putut Andanawarih menyebut, hingga akhir Oktober tahun ini, dana kelolaan MAMI sudah mencapai Rp 30 triliun. "Sekitar Rp 10,5 triliun merupakan dana kelolaan untuk produk reksadana," ujarnya, di Jakarta, Selasa (29/11).

Putut bilang, di tahun ini, MAMI sudah menerbitkan dua produk reksadana baru, antara lain reksadana Manulife Institutional Equity Fund yang merupakan reksadana khusus nasabah institusi dengan setoran awal minimal Rp 5 miliar. "Kemudian yang kedua produk reksadana Manulife Greater Indonesia Fund (MGIF) yang diluncurkan September lalu," urainya.

Lanjutnya, untuk mencapai target di tahun depan, MAMI akan fokus pada pengembangan aset di saham, dan mencoba bermain di obligasi korporasi. Saat ini, MAMI masih dominan memasukkan portfolio untuk reksadana di obligasi pemerintah.

Kemudian, MAMI akan melihat perkembangan dan minat pasar untuk penerbitan produk baru. "Saat ini dana kelolaan MAMI, hampir lebih dari 50% didominasi produk discretionary fund, yaitu pengelolaan dana secara privat terhadap aset yang menjadi pilihan nasabah," sebut Putut.

MAMI optimistis, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2012, dan adanya peningkatan daya beli masyarakat akan menjadi angin segar untuk saham sektor konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×