kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lonjakan kasus virus corona membuat harga logam industri nelangsa


Kamis, 13 Februari 2020 / 15:00 WIB
Lonjakan kasus virus corona membuat harga logam industri nelangsa
ILUSTRASI. China yang merupakan pengguna logam industri terbesar dunia

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga komoditas logam industri kembali terkikis. Lonjakan jumlah kematian dan infeksi dari wabah virus corona menjadi sentimen negatif.

Mengutip Reuters, Kamis (13/2) pukul 14.30 WIB, harga tembaga kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) turun 0,4% menjadi 5.740,50 per ton. 

Serupa, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulanan di LME terkikis 0,4% ke US$ 1.729,50 per ton. Harga nikel pun mencetak penurunan terdalam mencapai 0,7% menjadi US$ 13.195 per ton. Sementara timah juga turun 0,1% ke 1.853 per ton.

Seperti diketahui, korban tewas dalam satu hari akibat virus corona di Provinsi Hubei mencapai rekor setelah pada hari ini bertambah 242. Karena itu, total korban jiwa akibat virus corona di provinsi tersebut mencapai 1.310. 

Baca Juga: Bursa saham reli, harga minyak mentah pertahankan penguatan

Peningkatan tajam dalam kasus baru juga terjadi setelah mengadopsi metodologi baru untuk diagnosis. Sedikitnya ada 14.840 kasus baru di provinsi tersebut.

Hal tersebut membuat keadaan berbalik setelah sehari sebelumnya, jumlah kasus baru capai 2.015 di China daratan.

"Pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari yang diharapkan di China mengganggu harga logam industri dan pertambangan karena China adalah konsumen besar dari banyak komoditas ini dan pasar akhir yang penting bagi para pembuat mobil dan produsen lain yang menggunakan logam dalam proses produksi," kata Fitch Ratings dalam sebuah laporan seperti dikutip Reuters

"Tetapi skala dampaknya masih tidak pasti dan akan tergantung pada durasi dan intensitas krisis dan setiap stimulus pemerintah untuk mengimbangi dampak epidemi," kata laporan itu.




TERBARU

Close [X]
×