Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), perusahaan yang bergerak di bidang logistik terintegrasi mengumumkan rencana strategis penambahan modal sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur keuangan serta mendukung pengembangan usaha ke depan.
Rencana penambahan modal tersebut akan diajukan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 2 Juni 2026.
LOPI berencana melaksanakan dua skema penambahan modal, yakni, penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dan penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias right issue.
Dalam skema private placement, LOPI berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 110.000.000 lembar saham atau maksimal 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp 25 per saham.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Logisticplus (LOPI) Kompak Melonjak di 2025, Ini Pendorongnya
Manajemen berharap langkah ini dapat memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengundang investor strategis yang dapat memberikan nilai tambah, baik dari sisi pendanaan maupun pengembangan bisnis.
Sementara itu, melalui skema right issue, perusahaan berencana menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1.400.000.000 lembar saham atau sekitar 127,27% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, dengan nilai nominal Rp 25 per saham.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan.
Manajemen LOPI menyampaikan langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi perusahaan di industri logistik yang terus berkembang.
Baca Juga: Logisticsplus (LOPI) Siap Lanjutkan Ekspansi Usai Kantongi Sejumlah Kontrak Strategis
“Melalui rencana penambahan modal ini, perseroan berharap dapat meningkatkan kapasitas usaha serta membuka peluang kolaborasi dengan mitra strategis guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar manajemen dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Perusahaan juga mengingatkan bahwa pelaksanaan PMHMETD berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, dengan estimasi maksimal sebesar 19,37%.
Pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut akan dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, serta setelah memperoleh persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khusus untuk PMHMETD.
Dengan langkah strategis ini, manajemen LOPI optimistis dapat memperkuat fundamental keuangan sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di sektor logistik nasional.
Baca Juga: Logisticplus (LOPI) Bantah Hoax Pengakhiran Kontrak Logistik di Stockbit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













