kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lima jenis kecerdasan finansial


Selasa, 03 September 2019 / 16:16 WIB
Lima jenis kecerdasan finansial
ILUSTRASI. Talkshow seluk-beluk reksadana

Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi terbaik adalah investasi yang paling Anda pahami. Sebaliknya, investasi terburuk adalah investasi yang ikut-ikutan padahal tidak memahami instrumennya secara menyeluruh. Ini tergolong spekulasi.

Berikut cuplikan edukasi yang diutarakan oleh Budi Raharjo, Perencana Keuangan OneShildt dalam talkshow “Cara Cermat Investasi Berlipat” di Titan Center, Bintaro.

Pengenalan seluk-beluk reksadana ini merupakan kolaborasi antara KONTAN dengan PT Anugrah Argon Medica yang diselenggarakan pada Selasa (3/9). Acara tersebut juga didukung oleh PT Indo Premier Sekuritas dan IPOTFUND.

Baca Juga: Ini 10 reksadana pendapatan tetap dengan return tertinggi di bulan Agustus 2019

Budi memaparkan, terdapat lima jenis kecerdasan finansial. Pertama, kecerdasan penghasilan di mana pemasukan harus lebih besar ketimbang pengeluaran alias surplus.

Kedua, kecerdasan mengalokasikan pengeluaran dengan memprioritaskan hal yang penting terlebih dahulu dan menunda kesenangan. Untuk mewujudkan kecerdasan ini, disiplin merupakan sifat yang paling utama.

“Kemudian, ada kecerdasan mengembangkan uang. Kita harus membuat uang kita works harder for us,” tutur Budi. Caranya, dengan investasi. Investasi berisiko rendah akan memberikan imbal hasil yang mini. Sebaliknya, investasi berisiko tinggi bakal menelurkan imbal hasil yang besar pula.

Namun, sebelum mulai berinvestasi, kita harus mempersiapkan kondisi keuangan terlebih dahulu karena investasi mengandung risiko. Mulai dari menyediakan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan, mengalihkan risiko kehidupan dengan membeli asuransi, hingga memastikan kesehatan keuangan kita.

Baca Juga: Rupiah mempersempit pelemahan di Rp 14.224 per dolar AS pada pukul 13.19 WIB

Adapula kecerdasan melindungi uang, bahkan dari tangan kita sendiri. Terakhir, kecerdasan mengelola informasi. “Ini butuh K-A-S-H. Pengetahuan (Knowledge), sikap (Attitude) yang bagus, keahlian (Skills), serta kebiasaan (Habit) never ending learning,” tuturnya.

Sandy Afriliando, Brand Manager IPOTFUND menambahkan, reksadana merupakan salah satu pilihan produk investasi yang tepat. Selain murah karena dapat dibeli dengan dana minimal Rp 100 ribu, reksadana juga dapat dicairkan kapan saja.

“Tapi, investor harus menyesuaikan profil risiko dan jangka waktu investasinya. Misalnya reksadana pasar uang untuk jangka waktu investasi satu tahun. Reksadana pendapatan tetap untuk periode investasi satu hingga tiga tahun,” terangnya.

Lalu reksadana campuran idealnya untuk investasi tiga hingga lima tahun serta reksadana saham untuk periode investasi lebih dari lima tahun.




TERBARU

Close [X]
×