kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lelang sukuk negara pekan depan, pemerintah targetkan Rp 7 triliun


Jumat, 07 Februari 2020 / 07:03 WIB
Lelang sukuk negara pekan depan, pemerintah targetkan Rp 7 triliun
ILUSTRASI. Pemerintah menawarkan empat seri sukuk negara dengan total target indikatif Rp 7 triliun.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah lewat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan akan menggelar lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (11/2). Dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan empat seri sukuk dengan total target indikatif Rp 7 triliun.

Empat seri sukuk negara yang akan dilelang pada pekan depan adalah:

  1. SPN-S 12082020 yang akan jatuh tempo 12 Agustus 2020 dengan imbalan diskonto
  2. PBS002 yang jatuh tempo 15 Januari 2022 dengan tingkat imbalan 5,45%
  3. PBS026 yang jatuh tempo 15 Oktober 2024 dengan tingkat imbalan 6,625%
  4. PBS005 yang jatuh tempo 15 April 2043 dengan tingkat imbalan 6,75%

Aset dasar empat sukuk negara ini adalah proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2020 dan barang milik negara.

Baca Juga: Lelang SUN menggalang penawaran tinggi, Kemenkeu tetap antisipasi volatilitas

Peserta lelang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Permata, Bank Panin, Bank HSBC Indonesia, Bank OCBC NISP, Standard Chartered Bank, Bank CIMB Niaga, Bank Maybank Indonesia, Citibank, BNI Syariah, BCA, Deutsche Bank AG, Bank BNP Paribas Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan Bahana Sekuritas.

Lelang dibuka hari Selasa tanggal 11 Februari 2020 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB. Hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2020 atau 2 hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2).

Baca Juga: Penawaran dalam lelang SBSN hanya Rp 46,91 miliar, begini kata analis

Pada lelang sukuk sebelumnya tanggal 28 Januari 2020, total permintaan yang masuk dari investor mencapai Rp 46,91 triliun. Permintaan terbesar terjadi pada seri SPNS15072020 yang mencapai Rp 19,07 triliun dan PBS002 sebesar Rp 12,24 triliun. Dari total permintaan masuk tersebut, pemerintah hanya memenangkan Rp 8 triliun.




TERBARU

Close [X]
×