kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Langkah rupiah dibayangi The Fed


Senin, 14 September 2015 / 06:43 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menguat tipis di akhir pekan. Kurs spot rupiah naik 0,07% ke level Rp 14.322 per dollar AS. Menurut kurs tengah Bank Indonesia, kurs rupiah menguat 0,1% terhadap USD.

AS merilis data harga barang impor di Agustus turun 1,8%, lebih besar dari Juli yang turun 0,8%. "Turunnya harga barang impor menyulitkan AS mencapai target inflasi," ujar Yulia Safrina, Research and Analyst Monex Investindo Futures.

Di dalam negeri, pasar masih mencerna paket kebijakan ekonomi pemerintah yang diumumkan pekan lalu. "Kebijakan ekonomi belum banyak membantu penguatan rupiah," ujar Yulia.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury Bank Negara Indonesia, mengatakan, rupiah rebound dengan memanfaatkan pelemahan mata uang dollar AS terhadap mata uang utama. Tapi, penguatan terbatas lantaran minimnya katalis positif dalam negeri. "Dana asing yang keluar dari pasar modal masih tinggi," paparnya.

Trian menghitung rupiah akan turun ke kisaran Rp 14.300–Rp 14.375 per dollar AS. Sedangkan Yulia memprediksi rupiah akan menguat ke kisaran Rp 14.270–Rp 14.380 per dollar AS. Wuwun Nafsiah Tapi, penguatan rupiah tidak disertai oleh pulihnya fundamental ekonomi dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×