kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Laju Kinerja Jasa Marga (JSMR) Kencang Usai Libur Nataru, Ini Rekomendasi Sahamnya


Senin, 05 Januari 2026 / 19:49 WIB
Laju Kinerja Jasa Marga (JSMR) Kencang Usai Libur Nataru, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Peningkatan lalu lintas sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai menjadi salah satu katalis kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) di kuartal IV 2025 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan lalu lintas sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai menjadi salah satu katalis kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) di kuartal IV 2025. Peningkatan kinerja JSMR juga dinilai bisa berlanjut di tahun 2026 lantaran adanya penyesuaian tarif tol.

JSMR mencatat sebanyak 324.208 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada Hari H s.d H+1 periode Libur Tahun Baru 2026 atau pada Kamis (1/1/2026) pukul 06.00 WIB hingga Sabtu (3/1/2026) pukul 06.00 WIB.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan, total volume lalin ini naik 16,24% jika dibandingkan lalin normal (278.918 kendaraan).

Jasa Marga juga mencatat 2.638.186 kendaraan meninggalkan Jabotabek pada 16 hari periode libur Nataru 2025/2026, yaitu mulai Kamis (18/12/2025) pukul 06.00 WIB hingga Sabtu (3/1/2026) pukul 06.00 WIB.

Baca Juga: Jasa Marga (JSMR) Rombak Susunan Pengurus, Ini Detail Perubahannya

Di empat Gerbang Tol (GT) Utama, jumlah tersebut meningkat 11,49% dari lalin normal (2.366.223 kendaraan) atau 90,5% telah melintas dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan.

“Pada periode yang sama, untuk kendaraan kembali menuju wilayah Jabotabek tercatat 2.472.184 kendaraan atau naik sebesar 8,01% dari lalin normal (2.288.928 kendaraan) atau 86,0% telah melintas dari proyeksi 2,8 juta kendaraan,” katanya dalam siaran pers tanggal 3 Januari 2026.

Meskipun lalu lintas meningkat, perlu diingat bahwa ada diskon tarif tol sebesar 10%–20% pada periode Libur Nataru. Kebijakan ini diterapkan di 26 ruas jalan tol, termasuk jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Trans Sumatera.

Namun, adanya diskon tarif tol tersebut tampaknya tak menjadi sentimen negatif terhadap raihan margin JSMR di periode Libur Nataru. Sebab, sepanjang 2025 kinerja JSMR sudah cukup tersokong oleh adanya penyesuaian tarif tol di beberapa ruas jalan.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, kenaikan tarif sebesar 3,5%–11,4% di beberapa ruas jalan tol diperkirakan akan secara langsung meningkatkan pendapatan tol rata-rata JSMR.

Hal itu juga bisa bertambah baik dengan adanya rencana kenaikan tarif di sejumlah rute utama tambahan yang sebelumnya ditunda dan telah dijadwalkan untuk penyesuaian pada kuartal IV 2025. Kondisi itu pun bisa memperpanjang potensi kenaikan kinerja JSMR hingga tahun 2026.

“Mengingat elastisitas lalu lintas yang rendah, dampaknya terhadap volume diperkirakan akan terbatas. Namun, ini tetap mendukung prospek positif untuk pendapatan, arus kas, dan margin,” ujarnya kepada Kontan, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Laju Kinerja Jasa Marga (JSMR) Terdorong Nataru, Ini Rekomendasi Sahamnya

Menurut Sukarno, setidaknya ada empat sentimen utama penggerak kinerja JSMR hingga tahun 2026. Pertama, pertumbuhan pendapatan tetap didorong oleh margin, dengan tarif tol yang lebih tinggi sedikit mengimbangi lalu lintas yang lebih lemah.

Kedua, segmen konstruksi yang masih menyeret kinerja tahunan, meskipun ada pemulihan sementara pada kuartal III 2025. Ketiga, margin JSMR berpotensi membaik, tetapi laba bersih berpotensi melemah, yang mencerminkan tekanan non-operasional dan pembiayaan.

“Terakhir, kenaikan tarif yang mendukung prospek jangka menengah, meskipun leverage yang tinggi membatasi fleksibilitas neraca,” ungkapnya.

Sukarno pun merekomendasikan beli untuk JSMR dengan target harga 12 bulan Rp 5.300 per saham. Rasio price to earning (PER) sebesar 9,73x dan price to book value (PBV) sebesar 1,04x dinilai masih menarik, mengingat prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan peningkatan efisiensi operasional.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra mengatakan, prospek industri dan kinerja keuangan JSMR masih positif hingga beberapa tahun ke depan.

Salah satu alasannya adalah rencana pemerintah untuk membangun lebih dari 15.000 kilometer jalan tol pada 2045. Per tahun 2024, JSMR punya 1.286 km jalan tol dan 1.736 km jalan tol konsesi.

Pertumbuhan pendapatan JSMR pun didasarkan pada volume lalu lintas dan penyesuaian tarif, yang diatur oleh pemerintah melalui BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol Indonesia). “Tarif ditinjau dan disesuaikan setiap dua tahun sekali,” ungkapnya.

 

Etta memproyeksikan CAGR pendapatan jalan tol JSMR sebesar 5,5% untuk periode 2024–2027 menjadi Rp 21,9 triliun pada tahun 2025. Belanja modal alias capital expenditure (capex) juga diprediksi akan kembali normal pada periode 2025–2026, karena JSMR akan fokus menyelesaikan lima proyek yang sudah ada.

“Pemerintah kemungkinan tidak akan agresif dalam proyek jalan tol baru, karena saat ini fokus pada pembangunan sumber daya manusia,” katanya.

Sentimen positif untuk kinerja JSMR adalah adanya potensi peningkatan lalu lintas seiring bertumbuhnya penduduk Indonesia, penambahan tol baru yang meningkatkan konektivitas, serta divestasi aset jalan tol yang bisa mengurangi beban.

Sementara itu, sentimen negatif berasal dari industri infrastruktur jalan tol yang ketat aturan pemerintah, penundaan peningkatan tarif jalan tol, serta jika pendapatan jalan tol tidak sesuai return on investment (ROI) yang ditargetkan.

Etta pun merekomendasikan beli untuk JSMR dengan target harga 12 bulan Rp 6.000 per saham.

Selanjutnya: ESDM Beberkan Alasan RKAB 2026 Vale (INCO) Belum Terbit, Ini Penyebabnya

Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×