kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Laba Chandra Asri (TPIA) turun 30% akibat kenaikan bahan baku


Rabu, 31 Oktober 2018 / 22:16 WIB
ILUSTRASI. Ujicoba Produksi Pabrik Petrokimia Butadiene Indonesia


Reporter: Willem Kurniawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) pada sembilan bulan pertama 2018 mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 174,5 juta. Laba ini turun 30,23% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$ 250,23 juta.

Penurunan laba bersih ini terjadi di tengah kenaikan pendapatan TPIA sebesar 8,89% menjadi US$ 1,96 miliar dari sebelumnya US$ 1,80 miliar. Tapi, beban pokok penjualan TPIA melonjak lebih tinggi ketimbang pendapatan.

Beban pokok pendapatan Chandra Asri naik 18,25% menjadi US$ 1,62 miliar. Alhasil, margin laba kotor perusahaan petrokimia ini turun menjadi 17,59% dari periode sembilan bulan pertama tahun lalu 23,69%.

Kenaikan pendapatan TPIA terjadi karena harga penjualan rata-rata yang lebih tinggi, terutama ethylene dan polyethylene. Suryandi, Direktur TPIA mengatakan, meski harga jual naik, volume turun terutama karena kegiatan pemeliharaan terjadwal dan pengerjaan tie-in untuk penambahan kapasitas. "Meskipun biaya naptha meningkat dibalik kenaikan harga minyak mentah dan perang dagang, TPIA terus memberikan kinerja operasional dan keuangan yang solid," ungkap Suryandi, Rabu (31/10) dalam keterangan resmi.

Biaya bahan baku naphta meningkat ke harga rata-rata sebesar US$ 646 per metrik ton dari harga sebelumnya US$ 479 per metrik ton. EBITDA Chandra Asri juga menurun 21,6% pada sembilan bulan pertama tahun ini menjadi US$ 337,4 juta dari US$ 430 juta di periode yang sama pada tahun 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×