kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.014   33,00   0,18%
  • IDX 5.859   -17,02   -0,29%
  • KOMPAS100 760   -4,63   -0,60%
  • LQ45 578   -4,21   -0,72%
  • ISSI 204   0,01   0,00%
  • IDX30 327   -2,33   -0,71%
  • IDXHIDIV20 403   -3,03   -0,75%
  • IDX80 86   -0,56   -0,64%
  • IDXV30 110   -0,66   -0,60%
  • IDXQ30 105   -0,92   -0,87%

Laba Adaro Minerals Indonesia (AMDR) Melesat 835% pada Kuartal I 2022


Kamis, 28 April 2022 / 22:09 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Laba Adaro Minerals Indonesia (AMDR) Melesat 835% pada Kuartal I 2022


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) berhasil mencetak kinerja mentereng sepanjang tiga bulan pertama 2022. Perusahaan tambang batubara ini membukukan laba bersih senilai US$ 83,46 juta sepanjang kuartal pertama 2022. Angka ini melejit 835,51% dari torehan laba di periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$ 8,91 juta.

Mengutip laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia, Kamis (28/4), kenaikan laba bersih ADMR sejalan dengan peningkatan kinerja topline-nya. Anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) ini membukukan pendapatan usaha senilai US$ 182,14 juta, naik 188,75% dari Raihan laba bersih di kuartal pertama 2021 sebesar US$ 63,08 juta.

Secara rinci, pendapatan ADMR didominasi oleh penjualan batubara kepada pihak berelasi, yakni sebesar US$ 137 juta, disusul penjualan batubara kepada pihak ketiga senilai US$ 44,99 juta. Sementara itu, pendapatan dari jasa lainnya yang diberikan kepada pihak berelasi hanya US$ 142.388.

Baca Juga: Berikut Rekomendasi Saham dari Samuel Sekuritas untuk Perdagangan Kamis (28/4)

Adapun pelanggan yang memiliki transaksi pendapatan lebih dari 10% dari total pendapatan usaha konsolidasian yakni kepada Coaltrade Service International Pte, Ltd (Coaltrade) senilai US$ 137 juta.

Namun, sejumlah beban yang ditanggung ADMR turut naik seiring dengan meningkatnya pendapatan. Beban pokok pendapatan misalnya, naik 29,1% menjadi US$ 62,20 juta. Rinciannya, sebanyak 61,61 juta merupakan beban pokok penjualan  batubara sementara US$ 688.885 merupakan beban pokok pendapatan jasa lainnya.

 

Beban usaha ADMR juga naik menjadi US$ 6,43 juta dari sebelumnya US$ 6,14 juta. ADMR juga membukukan beban penghasilan lain-lain neto sebesar US$ 159.538 dari sebelumnya membukukan penghasilan lain-lain senilai US$ 1,06 juta. Ini diakibatkan adanya kerugian selisih kurs neto. Biaya keuangan ADMR juga naik 35,5% menjadi US$ 4,65 juta. 

Baca Juga: Tinjau Ulang Indeks, Saham GOTO Berpotensi Masuk Indeks MSCI?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×