kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Komoditas lain anjlok, harga emas terus cetak rekor baru


Senin, 25 Juli 2011 / 10:01 WIB
ILUSTRASI. Japfa Comfeed (JPFA) bikin bisnis pembiakan indukan udang tapi bisnis ayam masih akan terkendala. Foto: KONTAN/Elisabeth Adventa Previtapuri


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Kontrak harga emas dunia terus mencetak rekor baru. Penyebabnya, belum ada kemajuan berarti mengenai nasib batasan utang AS. Kondisi ini memicu kecemasan kalau AS akan mengalami default.

Pada pukul 10.21 waktu Singapura, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 1,4% menjadi US$ 1.624,07 per troy ounce di Comex New York.

Berbeda dengan emas, harga baja, minyak, dan biji-bijian malah melorot. Harga baja di London Metal-Exchange turun 0,4% menjadi US$ 9.636 per metrik ton. Sedangkan kontrak harga minyak untuk pengantaran September turun 1% menjadi US$ 98,86 per barel di New York Mercantile Exchange.

"Kami melihat adanya resiko klasik yang terjadi di pasar, sehingga ada aksi jual atas komoditas. Hal ini tidak berlaku untuk emas," jelas Paul Deane, ekonom Australia and New Zealand Banking Group Ltd di Melbourne.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×