Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berkomitmen menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini sebagai salah satu upaya mendukung penurunan emisi nasional.
Analis Maybank Sekuritas, Etta Rusdiana Putra mengatakan, skor ESG Jasa Marga sebesar 39 berada di bawah benchmark Maybank 50, terutama tertekan oleh indikator kuantitatif lingkungan seperti peningkatan intensitas emisi, energi, dan air, seiring bertambahnya panjang jalan tol dan volume lalu lintas.
“Meski demikian, terdapat peluang perbaikan melalui inisiatif seperti daur ulang air dan penggunaan energi terbarukan,” ujar Etta kepada Kontan, Rabu (28/1).
Etta menambahkan bahwa JSMR menunjukkan komitmen ESG melalui tiga jalan tol yang meraih predikat Proper emas dari pemerintah, pembentukan Komite Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, serta target jangka panjang penurunan emisi 10% hingga 2029. Inisiatif stasiun pengisian electric vehicle (EV) di 52 lokasi juga mendukung mobilitas hijau.
Baca Juga: Pengendali Baru Techno9 (NINE), Poh Holdings Rampungkan Tender Offer
Sukarno Alatas, Analis Kiwoom Sekuritas mencatat pertumbuhan pendapatan yang moderat diraih JSMR dengan total pendapatan mencapai Rp 21,1 triliun, naik 4% secara year on year (yoy) per kuartal III – 2025.
Pertumbuhan terutama didorong oleh pendapatan tol inti sebesar Rp 13,42 triliun, naik 5% yoy. Pendapatan tol inti didukung oleh peningkatan 5% yoy dalam rata-rata pendapatan tol setelah penyesuaian tarif di beberapa ruas jalan tol, meskipun terjadi sedikit penurunan volume lalu lintas (turun 0,3%).
“Pertumbuhan pendapatan tetap didorong oleh tarif tol yang lebih tinggi, sedikit mengimbangi penurunan lalu lintas,” ujar Sukarno dalam risetnya pada 24 Desember 2025.
Sukarno juga mencatat pendapatan konstruksi tetap lemah, menurun 24% yoy menjadi Rp 6,56 triliun di tengah normalisasi proyek. Pendapatan dari segmen lain relatif stabil di Rp 1,11 triliun (turun 1% yoy). Adapun secara kuartalan, pendapatan kuartal III – 2025 melonjak menjadi Rp 8,14 triliun yang didorong oleh pemulihan pendapatan konstruksi, yang naik 96% secara quarte on quarter (qoq).
Dari segi profitabilitas, laba kotor dan EBITDA meningkat masing-masing sebesar 6% dan 8% yoy, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 44%. Namun, laba bersih turun 16% yoy menjadi Rp 2,73 triliun, terutama karena tekanan non-operasional (beban pajak tangguhan). Pada kuartal ke-3 tahun 2025, laba bersih semakin melemah, turun 9% qoq dan 10% yoy.
Dari perspektif neraca, JSMR mempertahankan posisi keuangan yang solid, dengan total aset meningkat 10% yoy menjadi Rp 155,0 triliun, meskipun Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA) melemah masing-masing menjadi 6% dan 2%. Secara keseluruhan, kinerja operasional tetap tangguh, tetapi pemulihan pendapatan terus tertinggal.
Sukarno menyoroti penyesuaian tarif tol tahun 2025 yang tetap menjadi katalis pendapatan utama bagi JSMR. Kenaikan tarif sebesar 3,5% sampai 11,4% di beberapa ruas jalan tol diperkirakan akan secara langsung meningkatkan pendapatan rata – rata jalan tol, dengan rute-rute utama tambahan yang sebelumnya ditunda dan dijadwalkan untuk penyesuaian pada kuartal IV – 2025. Ini memperpanjang potensi kenaikan hingga tahun fiskal 2026. Mengingat elastisitas lalu lintas yang rendah, dampaknya terhadap volume diperkirakan akan terbatas, mendukung prospek positif untuk pendapatan, arus kas, dan margin.
“Kenaikan tarif mendukung prospek jangka menengah, meskipun leverage yang tinggi membatasi fleksibilitas neraca,” kata Sukarno.
Sukarno percaya valuasi JSMR tetap menarik, didukung oleh peningkatan margin operasional, pertumbuhan pendapatan tol yang konsisten, dan perluasan infrastruktur jangka panjang. Adapun risiko negatif utama meliputi perubahan kebijakan pemerintah, penundaan implementasi tarif tol, gangguan operasional, variabilitas kontribusi pendapatan non-tunai, risiko likuidasi anak perusahaan, penundaan proyek, dan biaya bunga yang lebih tinggi.
Sukarno memproyeksikan pendapatan dan laba bersih JSMR tahun 2025 masing – masing mencapai Rp 28,7 triliun dan Rp 4,5 triliun. Tahun 2026, pendapatan diproyeksi mencapai Rp 30,8 triliun dan laba bersih Rp 4 triliun. Adapun pada tahun 2024, JSMR mengantongi pendapatan Rp 28,7 triliun dan laba bersih Rp 4,5 triliun.
Sukarno dan Etta merekomendasikan Buy saham JSMR dengan target harga masing – masing Rp 5.300 per saham dan Rp 6.000 per saham.
Baca Juga: Begini Upaya BEI Jaga Pasar Saham RI Agar Tak Turun Kasta Imbas Keputusan MSCI
Selanjutnya: 7 Jenis Keju Sehat yang Aman untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi
Menarik Dibaca: 7 Jenis Keju Sehat yang Aman untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













