kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kinerja BNBR ditopang laba kurs


Selasa, 01 November 2016 / 08:09 WIB
Kinerja BNBR ditopang laba kurs


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perusahaan investasi Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akhirnya meraih laba bersih. Per akhir September 2016, laba bersih BNBR tercatat Rp 20 miliar, lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu, yang rugi Rp 603,5 miliar.

Margin BNBR naik berkat laba kurs sebesar Rp 531,9 miliar. Tahun lalu, rugi kurs emiten ini mencapai Rp 1,1 triliun. Beban usaha BNBR juga mulai menyusut menjadi Rp 366,5 miliar dari sebelumnya senilai Rp 518,6 miliar.

Namun, pendapatan BNBR masih terpangkas 58% menjadi Rp 1,3 triliun. Pendapatan ini berasal dari bisnis infrastruktur dan manufaktur.

Amri Aswono Putro, Direktur Keuangan BNBR, mengatakan, laba bersih BNBR di kuartal ketiga belum stabil lantaran masih dipengaruhi laba kurs. Sehingga, BNBR berupaya mendorong pendapatan dengan mengembangkan anak usaha di bidang manufaktur yang fokus ke proyek infrastruktur.

"Sebelumnya fokus kami masih di proyek minyak dan gas," ujar dia kepada KONTAN, Senin (31/10).

Di sisi lain, BNBR akan mengembangkan anak usaha di bidang investasi infrastruktur yang bekerjasama dengan mitra strategis. Aset BNBR naik dari Rp 9,1 triliun menjadi Rp 9,4 triliun pada kuartal III-2016. Namun utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun mencapai Rp 3,2 triliun.

Total liabilitas mencapai Rp 12,4 triliun. Sehingga, ekuitas BNBR masih negatif, alias defisiensi modal Rp 3 triliun.

Amri mengatakan, BNBR dalam proses finalisasi restrukturisasi dengan beberapa kreditur dalam rangka konversi utang menjadi saham. Ini diharapkan bisa memangkas beban bunga.

"Sehingga tahun depan labanya bisa lebih stabil," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Utama BNBR Bobby Gafur Umar berharap BNBR bisa memangkas beban utang Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Ia juga bilang, BNBR tetap fokus pada pengembangan bisnis infrastruktur.

Bisnis ini ditopang tiga proyek utama perusahaan, yaitu pembangunan PLTU Tanjung Jati A 2x660 MW, Pipa Kalija tahap I dan Jalan Tol Cimanggis Cibitung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×