kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kilau perak masih meredup


Kamis, 25 September 2014 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Proyek hilirisasi nikel menjadi baterai bagi kendaraan listrik akan memoles kinerja.


Reporter: Yuliani Maimuntarsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga perak menyentuh level terendahnya sejak 2010. Para analis menilai, tertekannya harga perak ini akibat penguatan dollar Amerika Serikat (AS) dan minimnya permintaan dari China. Maklum, saat ini China sedang mengalami perlambatan ekonomi sehingga konsumen terbesar perak ini mengurangi permintaan perak. Ujung-ujungnya, harga perak tertekan.

Data Bloomberg pada Kamis (25/9) pukul 15:00 WIB memperlihatkan, harga perak kontrak pengiriman Desember 2014 di bursa Commodity Exchange Amerika Serikat (AS) turun 1,56% dibandingkan hari sebelumnya menjadi US$ 17,455 per ons troi. Harga ini merupakan terendah sejak 2010. Bahkan jika dibandingkan dalam sebulan terakhir harga telah terpangkas 10,16%.

Ariston Tjendra, Head of Research and Analyst Division PT Monex Investindo Futures, menilai, harga perak belum dapat menguat mengingat minimnya fundamental yang dapat menggerakkan harga perak. "Tren harga perak masih turun, secara fundamental dan teknikal menunjukkan seperti itu," kata Ariston.

Ariston bilang, rilis data penjualan rumah baru bulan Agustus meningkat 504.000. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi 432.000 bahkan lebih tinggi dari bulan sebelumnya 427.000. "Ini membuat dollar AS semakin bergerak menguat," ujar Ariston.

Selain itu, Ariston menambahkan, isu perlambatan perekonomian di China menyebabkan harga perak juga jatuh. "Pelaku pasar khawatir dengan perekonomian China, sehingga China mengurangi permintaan perak," tandasnya.

Ke depannya, Ariston bilang, sentimen fundamental yang dapat menggerakkan harga perak masih minim sehingga komoditas ini masih akan terus tertekan. Hal ini juga ditunjukkan oleh teknikal.

Secara teknikal, Ariston bilang semua indikator menunjukkan penurunan. Indikator relative strength index (RSI) di level 14% dan stochastic 15% menunjukkan sinyal oversold atau jenuh jual, artinya, masih akan ada penurunan lebih lanjut. Sedangkan moving average convergence divergence (MACD) berada di bawah level 0 dan di bawah garis sinyal yang mengindikasikan bearish atau penurunan.

Selain itu, harga masih berada di bawah moving average (MA) 100, MA 50 dan MA 200. Ariston memprediksi, harga perak sepekan ke depan akan bergulir dengan support US$ 16,70 dan resistance US$ 18,20 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×