kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

KIJA targetkan properti niaga makin laris tahun ini


Rabu, 16 Maret 2011 / 07:40 WIB
KIJA targetkan properti niaga makin laris tahun ini
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Kawasan Industri Jabotabek Tbk (KIJA) menargetkan pendapatan senilai Rp 100 miliar dari penjualan kawasan komersial sepanjang tahun ini.

Kawasan komersial tidak banyak memberi kontribusi bagi KIJA, hanya sekitar 10% dari total pendapatan 2010. "Penyumbang terbesar pendapatan KIJA masih kawasan industri, yaitu sebesar 33%," kata Sekretaris Perusahaan KIJA Muljadi Suganda, Selasa (15/3).

Per kuartal III tahun lalu, perusahaan meraup pendapatan Rp 461 miliar.

Penjualan kawasan industri masih menjadi tumpuan KIJA dalam mencetak pendapatan. "Kondisi ekonomi Indonesia sedang stabil. Banyak investor masuk," kata Muljadi. Dalam situasi ekonomi sedang tumbuh, KIJA mengagendakan ekspansi ke properti sektor residensial dan komersial.

Proyek komersial yang menjadi andalan KIJA adalah Hollywood Plaza. Properti berupa rumah kantor di kawasan industri Jababeka tersebut, pembangunan fisiknya dimulai sejak akhir tahun lalu dan ditargetkan rampung pertengahan tahun ini.

Hollywood Plaza, yang mengusung konsep industri perfilman, terdiri dari 40 unit dengan harga jual sekitar Rp 900 juta per unit. "Kami sudah menawarkan ke beberapa production house. Sudah ada calon pembeli," kata Muljadi. Nilai proyek tersebut, termasuk pembebasan tanah, mencapai Rp 35 miliar. Kebutuhan dana pengembangan proyek ini ditutup dengan kas internal perusahaan.

Proyek komersial lain milik KIJA yang masih dalam proses pembangunan, antara lain Sunter Niaga, Sentra Niaga, dan Simprug Plaza. Kendati bangunan fisik belum sepenuhnya tuntas, namun kegiatan pemasaran sudah dimulai.

KIJA masih memiliki landbank seluas 600 hektare di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Di lahan itu akan dibangun perumahan dan properti komersial secara seimbang.

KIJA menargetkan pendapatan sepanjang 2011 tumbuh 20% daripada tahun lalu. Untuk membiayai ekspansi, perusahaan menyiapkan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) berkisar Rp 50 miliar-Rp 60 miliar. Seluruh anggaran menggunakan kas internal.

Adapun proyek pembangkit listrik yang dijalankan anak usaha KIJA, PT Bekasi Tower baru akan rampung paling cepat akhir tahun ini. Pembangkit berkapasitas 130 MW itu sudah 85% jadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×