kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Kematian akibat corona di AS tembus 200, Wall Street naik tipis


Jumat, 20 Maret 2020 / 21:52 WIB
ILUSTRASI. Wall Street menguat tipis menjelang akhir pekan ini.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street menguat tipis menjelang akhir pekan ini. Jumat (20/3) pukul 21.39 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 1,30% ke 20.346.

Indeks S&P 500 naik tipis 0,56% ke 2.422. Nasdaq Composite menguat 2,31% ke 7.314. Dalam sepekan ini, Dow Jones masih turun 12,20%, indeks S&P turun 10,61% dan Nasdaq turun 7,15%.

Stimulus moneter tambahan Federal Reserve disertai dengan tanda-tanda kesepakatan belanja tambahan pemerintah mengangkat indeks saham di perdagangan terakhir Kamis kemarin. Investor pun berharap pelonggaran lebih lanjut setelah Senat mempertimbangkan paket senilai US$ 1 triliun, termasuk bantuan langsung ke warga Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: IHSG mulai menapak di zona hijau, masih turun 14,52% sepekan

"Ini adalah efek ganda dari bank sentral dan pemerintah yang menunjukkan sinyal bahwa mereka siap melakukan apapun,"  kata Teeuwe Mevissen, senior market economist Rabobank kepada Reuters.

Tapi, Mevissen memperingatkan bahwa sinyal ini menunjukkan bahwa kondisi terburuk sudah lewat dan situasi akan normal dalam waktu cepat. Kekhawatiran wabah yang parah menjadi ketakutan investor dalam sebulan terakhir. Pada periode itu, S&P turun hampir 30%, atau lebih dari US$ 8 triliun sejak menyentuh rekor tertinggi 19 Februari lalu.

Baca Juga: Harga emas kembali naik menembus US$ 1.500 per ons troi

Di AS, California menjadi negara bagian yang paling baru mengeluarkan perintah tinggal di rumah setelah kematian akibat virus corona mencapai 200 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×