kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Kekeringan lahan gandum di China membuat saham INDF anjlok tajam


Kamis, 10 Februari 2011 / 10:55 WIB
Kekeringan lahan gandum di China membuat saham INDF anjlok tajam
ILUSTRASI. Kitaro Box menjangkau penyewaan box seserahan seJabodetabek


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham PT Indofood Sukses Makmur (INDF) mengalami penurunan terbesar dalam tiga minggu terakhir pagi ini. Pada pukul 10.44, saham INDF turun 2,11% menjadi Rp 4.650. Bahkan sebelumnya, saham INDF sempat melorot 3,2% menjadi Rp 4.600. Ini merupakan penurunan paling besar sejak 20 Januari lalu.

Anjloknya harga saham INDF disinyalir terkait dengan kekeringan yang melanda lahan pertanian gandum di kawasan China. Diprediksi, kekeringan ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga berpotensi menurunkan tingkat produksi gamdum. Alhasil, harga gandum akan terdongkrak. Padahal, Indofood membutuhkan gandum sebagai bahan dasar pembuatan mi instan.

Data Bloomberg menunjukkan, kontrak harga gandum di Chicago Board of Trade naik ke level US$ 8,9325 per bushel kemarin. Ini merupakan level harga tertinggi sejak 2008 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×