kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kejar likuiditas, SMSM akan stock split


Jumat, 23 September 2016 / 20:18 WIB
Kejar likuiditas, SMSM akan stock split


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) berencana melakukan stock split atau pemecahan nilai saham.

"Ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham," ujar Direktur SMSM Ang Andi Pribadi, Jumat (23/9).

Sebab, syarat minimal saham beredar di publik atau free float 7,5% sudah dipenuhi emiten suku cadang kendaraan bermotor ini. Publik saat ini menggenggam 602,85 juta saham atau setara 41,87% modal ditempatkan daan disetor penuh.

Sayang, Andri masih enggan merinci rasio stock split yang akan digunakan nanti. "Ketika RUPSLB nanti baru akan ditentukan," imbuhnya. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SMSM terkait rencana ini akan dilakukan pada 18 Oktober 2016.

Sebagai gambaran, ini bukan kali pertama SMSM melakukan stock split. Tepatnya pada tahun 1999, RUPSLB perseroan menyetujui stock split 1:5. Harga nominal saham yang kala itu Rp 500 per saham dipecah menjadi Rp 100 per saham. Namun, pencatatan saham stock split tersebut baru dilakukan pada 10 Juli 2003.

Andri mengaku, saham SMSM selama ini kurang ramai ditransaksikan. "Ini juga karakter investornya yang merupakan investor jangka panjang," tambahnya.

Dengan adanya pemacahan nilai saham, maka diharapkan likuiditasnya bakal lebih meningkat. Sehingga, tidak perlu ada kekhawatiran ketika masuk ke saham SMSM malah kemudian nyangkut.

Analis Minna Padi Investama Frederik Rasali mengatakan, ada kalanya emiten memiliki free float besar tapi sahamnya tidak likuid. Ini karena para investornya melihat prospek jangka panjang emiten yang bersangkutan lebih menarik untuk jangka panjang, sehingga mereka lebih memilih menggenggam saham untuk waktu yang lebih lama.

Jika menemukan saham seperti ini, bisa diindikasikan yang banyak memegang saham tersebut adalah para asset management. "Yang banyak memegang adalah mereka yang punya horizon investasi jangka panjang, dengan strategi buy and hold," tutur Frederik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×