kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kalbe Farma (KLBF) teken pemasaran remdesivir, Mirae rekomendasi trading buy


Kamis, 01 Oktober 2020 / 07:00 WIB
Kalbe Farma (KLBF) teken pemasaran remdesivir, Mirae rekomendasi trading buy


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma (KLBF) menjalin kerjasama pemasaran dengan Amarox Pharma Global, anak perusahaan Hetero India. Kalbe Farma dalam perjanjian yang diumumkan Senin (28/9) menjelaskan jika akan memasarkan produk Covifor (Remdesivir) di Indonesia. 

Mirae Asset Sekuritas dari riset yang ditulis Rabu (30/9) menjelaskan jika Hetero adalah salah satu perusahaan farmasi generik terkemuka di India dan produsen obat anti-retroviral terbesar di dunia untuk pengobatan HIV/AIDS. 

Baca Juga: Kalbe Farma teken kerja sama dengan Amarox Pharma Global distribusikan remdesivir

Menurut thehindu.com, Covifor adalah merek remdesivir generik pertama yang digunakan untuk pasien COVID-19 dalam kategori dewasa dan anak-anak yang dirawat di rumah sakit akibat gejala berat pada penyakit. 

"Kami yakin perkembangan ini akan membantu Indonesia melawan COVID-19, sekaligus membawa hasil positif terhadap kinerja KLBF," jelas Analis Mirae Aset Sekuritas Mimi Halimin dalam riset. 

Mirae belum memperhitungkan kerjasama baru ini karena masih menunggu informasi lebih rinci dari KLBF. "Kami tetap positif tentang KLBF karena kami yakin di tengah pandemi COVID-19, KLBF sebagai perusahaan kesehatan masih akan mendapatkan beberapa keuntungan karena konsumen menjadi lebih sadar akan kondisi kesehatan mereka," terang Mimi dalam riset.  

Baca Juga: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Yakin Bakal Tetap Cuan Meski Rupiah Tertekan

Mimi mempertahankan rekomendasi trading buy saham KLBF dengan target harga Rp 1.760. Rabu (30/9) saham KLBF ditutup naik 2,65% di Rp 1.550 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×