kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

KAEF persiapkan ekspor bahan baku obat


Kamis, 13 April 2017 / 22:47 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana memperbesar jangkauan ekspor. Caranya, emiten pelat merah itu akan mengejar penyelesaian sejumlah pabrik bahan baku obat (BBO) tahun ini.

"BBO akhir tahun selesai, sehingga awal tahun depan siap jualan," kata Effy Murianto, Corporate Secretary KAEF, Kamis (13/4).

Seperti diketahui, Oktober tahun lalu, KAEF bersama perusahaan farmasi asal Korea Selatan, Sungwun Pharmacopia membentuk joint venture (JV) sekaligus membangun pabrik BBO di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik dengan nilai investasi Rp 132 miliar tersebut dibangun secara bertahap di atas lahan seluas 6 hektar (ha) dengan tahap awal pembangunan 5.000 meter persegi.

Pabrik tersebut dibangun sesuai dengan standar Good Manufacturing Practice(GMP) dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2017. Adapun untuk komersialisasi hasil produksi Bahan Baku Obat Aktif (API) ini direncanakan pada awal tahun 2018.

"Nanti, jika bahan baku sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri akan dipasarkan oleh partner JV ke Jepang dan Amerika Serikat (AS)," kata Eddy.

Sayang, ia belum bisa merinci kontribusi penjualan tersebut terhadap pendapatan konsolidasi KAEF. Sedikit gambaran, porsi penjualan ekspor KAEF masih terbilang kecil.

Sepanjang 2016, penjualan ekspornya tercatat 193,8 miliar. Angka itu hanya sekitar 3% dari pendapatan konsolidasi perseroan, Rp 5,81 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×