kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Jual bisnis menara, Nusantara Infrastructure ingin fokus di bisnis water treatment


Minggu, 25 Maret 2018 / 13:24 WIB
Jual bisnis menara, Nusantara Infrastructure ingin fokus di bisnis water treatment
ILUSTRASI. PT Nusantara Infrastructure Tbk (META)


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Simpang siur penjualan menara PT Komet Infranusantara, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) akhirnya terjawab. Komet Nusantara resmi berpindah tangan ke Protelindo, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Pemindahtanganan ini melibatkan pengambilalihan 1,31 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,05 triliun. Transaksinya terjadi pada Kamis (22/3). Nantinya, META akan menggunakan hasil penjualan tersebut untuk pengembangan investasi di bidang lainnya.

Usai transaksi ini, META akan kehilangan pengendalian akan anak usahanya tersebut. Dalam laporan keuangan perusahaan per akhir Desember lalu, META menggenggam kepemilkikan sebesar 79,64% dalam Komet Infra Nusantara. Diperkirakan, aset perusahaan tersebut sebesar Rp 2,07 triliun per akhir 2017.

"Kami menjual tower karena kami akan lebih fokus mengembangkan sektor water treatment dan bisnis energi," kata Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs META kepada KONTAN, Jumat (23/3). Ia mengatakan bahwa kedua sektor ini memiliki masa konsensi yang lebih panjang apabila dibandingkan dengan bisnis menara.

Sebagai informasi saja, pendapatan yang berasal dari sewa menara komunikasi merupakan pendapatan terbesar META setelah pendapatan yang berasal dari jalan tol. Bisnis sewa menara telekomunikasi menyumbang sekitar 39,97% dari seluruh pendapatan META sepanjang 2017 lalu atau sebesar Rp 297,54 miliar.

Sementara, sektor penjualan air bersih baru menyumbang sekitar Rp 41,96 miliar atau berkontribusi sebesar 5,64% dari seluruh pendapatan META pada 2017.

Saham META pada perdagangan Jumat dituutp turun sebesar 0,97% ke level Rp 204 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×