kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Jhonlin Kuasai 30,25% Saham BYAN di Rp 2.588, Ini Penjelasan Soal Harga & Sinergi


Selasa, 13 Oktober 2026 / 05:50 WIB
Jhonlin Kuasai 30,25% Saham BYAN di Rp 2.588, Ini Penjelasan Soal Harga & Sinergi
ILUSTRASI. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) (Dok/BYAN)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jhonlin Baratama resmi menguasai 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) setelah transaksi pengalihan saham dari pemegang saham utama perusahaan tambang batubara tersebut rampung. Meski demikian, manajemen Bayan Resources menegaskan transaksi ini tidak mengubah pengendalian atas perusahaan.

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (12/10/2026) menjelaskan, transaksi tersebut telah dilakukan berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) antara Dato' Dr. Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebagai penjual dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pembeli.

Menurut Jenny, jumlah saham yang dialihkan mencapai 10,084 miliar saham biasa, menyesuaikan rencana awal sebanyak 10 miliar saham. Setelah transaksi selesai, Jhonlin Baratama tercatat memiliki 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Bayan Resources.

Baca Juga: Astra (ASII) Gelar Tender Sukarela Saham AUTO di Harga Rp 3.600 per Saham

Jenny memaparkan penjualan saham yang dilakukan Low Tuck Kwong dan Elaine Low terjadi pada 6–7 Oktober 2026. Low Tuck Kwong tercatat menjual 33.333.335 saham pada 6 Oktober dan 10.067.421.703 saham pada 7 Oktober. Sementara itu, Elaine Low menjual 16.666.667 saham pada 7 Oktober.

Adapun laporan kepemilikan saham tertanggal 8 Oktober 2026 mencantumkan harga transaksi sebesar Rp 2.588 per saham.

Jenny menjelaskan, direksi tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pertimbangan harga transaksi, penggunaan jasa Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), maupun substansi kesepakatan dalam PJBS. Pasalnya, Bayan Resources bukan merupakan pihak yang terlibat langsung dalam transaksi antar-pemegang saham tersebut.

Dari sisi operasional, Jenny menegaskan kegiatan usaha anak perusahaan di bidang pertambangan tetap berjalan normal sesuai target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui.

Perusahaan ini juga menyatakan belum ada pembahasan formal mengenai bentuk sinergi bisnis dengan Jhonlin Baratama. Selain itu, transaksi tersebut tidak mengubah rencana belanja modal, ekspansi, maupun diversifikasi usaha Bayan Resources.

Jenny juga memastikan tidak ada fakta atau informasi material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi perdagangan saham BYAN.

Pada Senin (12/10/2026), harga saham BYAN turun 4,03% di level Rp 11.300 per saham. Sementara dalam lima hari saham BYAN telah turun 8,13%.  

Baca Juga: Asing Net Buy Saat IHSG Ambruk di Bawah 6.000, Cermati Saham yang Banyak Diborong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×