kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Jelang siang, harga emas spot masih nangkring di US$ 1.964 per ons troi


Rabu, 02 September 2020 / 11:09 WIB
ILUSTRASI. emas batangan. Jelang siang, harga emas spot masih nangkring di US$ 1.964 per ons troi. REUTERS/Tamara Abdul Hadi/File Photo


Reporter: Anna Suci Perwitasari, Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melemah pada Rabu (2/9) pagi. Melansir Bloomberg pada pukul 11.02 WIB, harga emas spot ada di level US$ 1.964,59 per ons troi alias melemah 0,28%.

Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2020 turun 3ke level US$ 1.970,30 per ons troi.

Baca Juga: Harga emas Antam di Pegadaian pagi ini Rp 1.070.000 per gram (2 September 2020)

Sebelumnya harga emas berhasil menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. Indeks the greenback bertahan di posisi terendah lebih dari dua tahun setelah Federal Reserve menyebut akan menggunakan pendekatan kebijakan baru untuk menahan suku bunga AS di level rendah lebih lama. 

Bank sentral AS tersebut juga diperkirakan mengeluarkan lebih banyak stimulus untuk memenuhi janji barunya akan pertumbuhan pekerjaan yang lebih kuat dan inflasi yang lebih tinggi. 

Suku bunga rendah akan membuat kilau emas semakin menyilaukan karena lebih menarik. Ditambah adanya penurunan nilai tukar dolar AS semakin membuat aset lindung nilai ini kian diincar.

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 2.000 jadi Rp 1.024.000 per gram pada Rabu (2/9)

Namun, laju emas tersendat oleh aktivitas manufaktur AS di bulan Agustus yang kembali meningkat. Hasilnya, bursa saham di Asia diprediksi kembali menguat pada perdagangan hari ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×