kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Jelang FOMC, IHSG Selasa berpeluang menguat


Senin, 13 Maret 2017 / 21:01 WIB
Jelang FOMC, IHSG Selasa berpeluang menguat


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,35% ke level 5,409.372, Senin (13/3). Penguatan tersebut juga dicetak berbagai bursa di Asia.

Analis memperkirakan, belanja saham akan berlanjut besok, meski tak sebesar hari ini. Aditya Perdana Putra, Analis PT Semesta Indovest memperkirakan, indeks akan bergerak sideways cenderung menguat. Proyeksinya, IHSG bergerak dalam rentang 5.379 - 5.430, mengikuti bursa global dan regional.

Sekadar mengingatkan, IHSG hari ini ditopang penguatan semua sektor, kecuali konstruksi. Sektor aneka industri memimpin dengan penguatan 1,03%, industri dasar 1%, dan manufaktur 0,64%. Volume transaksi hari ini pun tercatat 9,1 miliar senilai Rp 5,4 triliun.

IHSG tak sendirian menguat. Indeks Nikkei 225 Index di Tokyo menguat 0,15%, Hang Seng Index di Hong Kong menguat 1,11%, Strait Times Index di Singapura menguat 0,44%, dan Shanghai Compsite Index menguat 0,76%. 

Aditya bilang, selain aksi beli asing atau net foreign sell yang mencapai Rp 406,8 miliar, para pelaku pasar tampak melakukan bargain hunting mengingat tiga hari lagi akan ada pengumuman suku bunga AS yang dilakukan bank sentral Federal Reserve (FOMC).

"Investor cenderung membeli saham di valuasi murah untuk trading harian dengan cuan yang tipis," ujarnya kepada KONTAN.

Dia menyebut, saham-saham tersebut antara lain adalah ASII dan HMSP. Sementara itu, penguatan indeks yang ditopang oleh sektor aneka industri dan barang konsumsi, kata Aditya, disebabkan oleh adanya ekspektasi perbaikan daya beli di bulan-bulan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×