kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.009   46,00   0,26%
  • IDX 5.795   99,67   1,75%
  • KOMPAS100 753   17,77   2,42%
  • LQ45 571   13,97   2,51%
  • ISSI 201   2,09   1,05%
  • IDX30 323   7,70   2,44%
  • IDXHIDIV20 397   8,35   2,15%
  • IDX80 85   1,97   2,36%
  • IDXV30 108   1,50   1,41%
  • IDXQ30 104   2,07   2,03%

Jasa Marga persilakan investor masuk ke anak usaha minoritas


Rabu, 05 September 2018 / 18:15 WIB
ILUSTRASI. Gerbang Tol Ungaran


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Donny Arsal mengatakan, langkah konsolidasi anak usaha merupakan strategi perusahaan untuk jaga kesehatan keuangannya. Ke depan, akan ada empat-lima ruas baik minoritas maupun mayoritas yang bakal dikonsolidasikan.

Ruang konsolidasi menurut Donny bisa dilakukan lewat berbagai cara, termasuk lewat Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) ataupun investor masuk untuk mengambil kepemilikan anak usaha minoritas.

"Kami sudah tawarkan ke pihak tertentu kira-kira empat-lima ruas lagi, untuk menurunkan porsi mayoritas. Maksimum 51%-55%," jelas Donny, Rabu (5/9).

"Supaya kami lebih ringan, untuk periode kami building revenue kan enggak bisa langsung," tambahnya.

Meskipun saat ini perusahaan mengundang investor strategis untuk masuk, tapi setelah lima tahun, JSMR memiliki opsi untuk membeli kembali anak usaha mereka. "Saat kami beli, kepemilikan bisa konsolidasi lagi, pendapatan kami sudah optimal," ungkapnya.

Sebagai informasi, lewat divestasi saat ini, perusahaan mampu merampingkan belanja modal atau capex dari semula Rp 42,6 triliun menjadi Rp 29 triliun hingga akhir tahun.

Dengan rampingnya capex JSMR tahun ini, Donny mengatakan EBITDA perusahaan ikut mengalami penurunan. Ini karena, JSMR tidak lagi membukukan EBITDA anak usaha yang sudah dikonsolidasikan.

"Tapi lebih kepada penurunan utang jadi lebih ringan, debt to equity ratio (DER) juga lebih ringan, ini kami sedang hitung lagi. Semestinya tidak terlalu memberatkan, karena sebagian utangnya jadi enggak terkonsolidasi lagi ke kami," ujarnya.

Donny menjelaskan, EBITDA yang normal dari proyek existing adalah 5%, namun dengan adanya proyek baru EBITDA bisa tumbuh 15%. "Tapi saya enggak hafal angka persisnya, tahun lalu di kisaran Rp 5 triliun," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×