Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berencana melepas beberapa aset jalan tolnya. Terbaru, JSMR telah melepas 14% saham PT Marga Lingkar Jakarta yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) JORR I Ruas Ulujami-Kebon Jeruk.
Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya menilai divestasi yang dilakukan Jasa Marga memiliki prospek yang bagus. Sebab, berdasarkan laporan keuangan terakhir, nilai buku 65% saham Marga Lingkar Jakarta sebesar Rp 1,95 triliun per 31 Maret 2021.
"Dana yang didapat dari divestasi dapat digunakan untuk mengurangi debts atau memperkuat neraca dan ekspansi usaha," ujar Andrey kepada kontan.co.id, Selasa (29/6).
Dalam risetnya bersama Ryan Santoso, Andrey menjelaskan setelah ekspansi jalan tol yang agresif selama beberapa tahun terakhir seperti pembangunan jalan tol layang Trans Jawa dan Japek, JSMR kini memasuki siklus belanja modal yang rendah.
Baca Juga: Perkuat permodalan, Jasa Marga (JSMR) bakal divestasi aset di semester II-2021
Ke depan, perluasan jalan tol seperti Jakarta Selatan-Cikampek, Probolinggo-Banyuwangi, dan Yogya-Bawen akan dilakukan secara bertahap dan tidak selesai dalam waktu singkat. Khususnya, belanja modal JSMR yang sebesar Rp 15 triliun-Rp 20 triliun per tahun 2019-2020, diperkirakan turun menjadi Rp 7 triliun-Rp 9 triliun per tahun.
Sementara dari sisi kinerja, RHB Sekuritas melihat dari sisi pendapatan memang cenderung datar dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,8 triliun atau tumbuh 0,3% yoy. Namun, pihaknya memproyeksikan pendapatan jalan tol JSMR akan terangkat dengan adanya penyesuaian tarif.
Bahkan, dia menyebutkan Jasa Marga berencana untuk meningkatkan tarif pada tujuh ruas tolnya, yakni Jakarta-Cikampek, Japek Elevated, Semarang ABC, Surabaya-Gempol, Palikanci, Purbaleunyi, and Cipularang.
Baca Juga: Astra Infra beli 14% saham PT Marga Lingkar Jakarta dari Jasa Marga (JSMR)
Sekedar informasi, sejak awal tahun ini sudah terdapat tiga penyesuaian tarif tol Jasa Marga yaitu di tol Bogor Ring Road seksi 3 A, tol Ngawi-Kertosono, dan tol Sedyatmo. Penyesuaian tarif dilakukan setelah pada tahun lalu perusahaan menunda memberlakukan tarif baru untuk semua ruas tol.
Kemudian, dari EBITDA JSMR di kuartal I-2021 mencapai Rp 2 triliun juga masih sejalan dengan proyeksinya. Secara keseluruhan, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham JSMR dengan target harga Rp 5.300.
Adapun risiko pada JSMR, seiring melonjaknya kasus Covid-19 baru. "Kami melihat mobilitas orang dibatasi, sehingga menyebabkan volume lalu lintas lebih rendah di kuartal kedua 2021 dibandingkan kuartal pertama 2021," tutupnya.
Baca Juga: Laba bersih Jasa Marga (JSMR) anjlok 70,46% pada kuartal pertama 2021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News