kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Isu Yunani bikin bursa Asia rontok di atas 1%


Rabu, 09 Mei 2012 / 10:37 WIB
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 0,29% menjadi 5.995,62 pada Jumat (30/4). Sejumlah saham big cap memerah dan menekan IHSG.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pasar saham Asia kian bertumbangan hingga perdagangan siang ini. Hal itu tergambar dari indeks acuan, MSCI Asia Pacific yang terpangkas hingga 1,1% menjadi 120,11 pada pukul 11.57 waktu Tokyo.

Mayoritas bursa utama Asia sudah rontok lebih dari 1%. Berikut ini, beberapa bursa utama Asia yang terpangkas paling tajam.

1. Indeks utama Jepang, Nikkei 225 terpapas sebesar 1,19% ke posisi 9.072,18.

2. Indeks Hang Seng (Hong Kong) tumbang sebesar 1,01% ke level 20.279,89.

3. Indeks Shanghai (China) jatuh 1,30% ke level 2.417,06.

4. Indeks saham Australia, S&P/ASX 200 tersungkur 1,17% ke level 4.263,90.

5. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 1,24% ke posisi 4.129,13.

6. Indeks Kospi (Korea Selatan) tergerus 0,97% ke posisi 1.948,22.

Pasar saham regional dilanda sentimen negatif seiring memanasnya situasi politik di Yunani. Pasalnya, para pemimpin politik di negara tersebut gagal membentuk pemerintahan. Sedangkan, pemimpin partai Syriza, Alexis Tsipras menyatakan, ia berencana untuk membentuk pemerintahan yang akan menasionalisasi bank, mencabut reformasi tenaga kerja yang baru, dan membatalkan kesepakatan bailout.

Andrew Pease, kepala strategi investasi untuk kawasan Asia Pasifik dari Russell Investment Group menuturkan, Eropa tetap menjadi persoalan terbesar yang dihadapi pasar. Di mana pasar saat ini membutuhkan kejelasan. "Tidak begitu jelas seberapa dalam resesi bakal terjadi, dan bagaimana efek dari semua ini," ujarnya di Sydney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×