kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ISAT tambah utang Rp 700 miliar


Senin, 16 Juni 2014 / 17:17 WIB
ILUSTRASI. Resep Ikan Kuah Kuning menyegarkan (Youtube/Rudy DAN SAHABAT TV)


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) tampak getol menambah utang. Emiten halo-halo ini baru saja melakukan memperoleh pinjaman senilai Rp 700 miliar. Adapun, ISAT telah melakukan penandatanganan perjanjian dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Senin, (16/6).

Nah, pinjaman ISAT tersebut memiliki tenor setahun. Direktur Utama ISAT Alexander Rusli beralasan bahwa utang pendek cenderung menguntungkan di masa yang memiliki volatilitas tinggi ini.

Rencananya, ISAT kan menggunakan sebagian utang tersebut untuk pembiayaan kembali atau refinancing. Berdasarkan laporan keuangan kuartal satu 2014, ISAT memiliki utang senilai Rp 36,99 triliun. Di situ, utang jangka pendeknya sejumlah Rp 13,22 triliun.

Selain itu, ISAT juga akan menggunakan dana tersebut sebagai arus kas. Alexander bilang, pemanfaataannya yakni untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) serta belanja operasional atau operational expenditure (opex).

Pasalnya, ISAT tengah memastikan adanya kecukupan uang untuk pembayaran tersebut. "Tagihan dari daerah cenderung pelan," akunya.

Direktur Business Banking BBNI, Krishna Suparto menyebut, sebagian besar penggunaan pinjaman itu akan ISAT gunakan untuk modal kerja. Meski begitu, ia enggan menyebut berapa bunga yang diberikan.

"Bunga kompetitif. Karena mereka banyak menaruh uang di kita," katanya, kepada KONTAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×