kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

ISAT tambah utang Rp 700 miliar


Senin, 16 Juni 2014 / 17:17 WIB
ISAT tambah utang Rp 700 miliar


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) tampak getol menambah utang. Emiten halo-halo ini baru saja melakukan memperoleh pinjaman senilai Rp 700 miliar. Adapun, ISAT telah melakukan penandatanganan perjanjian dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Senin, (16/6).

Nah, pinjaman ISAT tersebut memiliki tenor setahun. Direktur Utama ISAT Alexander Rusli beralasan bahwa utang pendek cenderung menguntungkan di masa yang memiliki volatilitas tinggi ini.

Rencananya, ISAT kan menggunakan sebagian utang tersebut untuk pembiayaan kembali atau refinancing. Berdasarkan laporan keuangan kuartal satu 2014, ISAT memiliki utang senilai Rp 36,99 triliun. Di situ, utang jangka pendeknya sejumlah Rp 13,22 triliun.

Selain itu, ISAT juga akan menggunakan dana tersebut sebagai arus kas. Alexander bilang, pemanfaataannya yakni untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) serta belanja operasional atau operational expenditure (opex).

Pasalnya, ISAT tengah memastikan adanya kecukupan uang untuk pembayaran tersebut. "Tagihan dari daerah cenderung pelan," akunya.

Direktur Business Banking BBNI, Krishna Suparto menyebut, sebagian besar penggunaan pinjaman itu akan ISAT gunakan untuk modal kerja. Meski begitu, ia enggan menyebut berapa bunga yang diberikan.

"Bunga kompetitif. Karena mereka banyak menaruh uang di kita," katanya, kepada KONTAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×