Reporter: Rizki Caturini |
JAKARTA. Selasa (18/8), PT Indosat Tbk (ISAT) meraih fasilitas kredit ekspor dari Export Kredit Namnden (EKN), agen kredit ekspor Swedia. Total fasilitas kredit ini mencapai US$ 315 juta atau sekitar Rp 3,15 triliun (kurs Rp 10.000 per dolar Amerika Serikat).
Ada dua bank yang ikut membantu ISAT meraih fasilitas ini, yakni Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC) dan Royal Bank of Scotland (RBS).
Fasilitas kredit dari EKN Swedia merupakan imbal balik bagi ISAT yang telah bekerjasama dengan Ericsson, produsen perlengkapan telekomunikasi asal Swedia. Maklum, selama ini ISAT banyak membeli peralatan telekomunikasi dan telepon dari Ericsson, baik langsung di Swedia maupun lewat Ericsson Indonesia.
Batas waktu pencairan fasilitas kredit ini selama tiga tahun, terhitung mulai tahun ini hingga 2011. "Ada tiga tahap pencairan dalam jangka waktu tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan ISAT ke depannya," kata Strasfiatri Auliana, Sekretaris Perusahaan ISAT, kemarin (19/8).
Strasfiatri enggan menyebutkan detail pencairan dalam tiga tahap tersebut. Yang pasti, ISAT akan memanfaatkan fasilitas kredit ini untuk membayar pembelian perangkat Ericsson. ISAT akan mengalokasikan kelebihannya untuk anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) ISAT hingga tahun depan.
Sebelumnya, Direktur Utama Harry Sasongko pernah bilang, capex ISAT tahun depan 20% lebih besar dari tahun 2009 yang sebesar US$ 600 juta. Hitung punya hitung, tahun depan capex ISAT mencapai US$ 720 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News