kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ISAT: Belum ada yang menawar StarOne


Senin, 19 Maret 2012 / 14:26 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah Asuransi Jiwa Bumiputra Jakarta, Jumat (11/1). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/11/01/2019.


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) menegaskan, hingga saat ini, belum ada pihak yang secara langsung menawar untuk membeli StarOne. Belum lama ini, tersiar kabar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berminat untuk melakukan merger antara Flexi dan StarOne.

"Topik itu hanya terjadi di Telkom dengan pihak pemegang sahamnya. Hingga saat ini, kami tidak berada dalam posisi untuk berkomentar. Jika ada tawaran, baru kami akan kaji lebih dalam," kata Direktur Utama ISAT Harry Sasongko melalui pesan singkat, Senin (19/3).

Memang, sebelumnya, Direktur Utama TLKM Rinaldi Firmansyah menyatakan, pihaknya masih berniat mengakuisisi StarOne yang berbasis teknologi code division multiple access (CDMA). Rencana ini bahkan telah disampaikan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri BUMN Dahlan Iskan pun sudah mempersilakan rencana TLKM tersebut. "Saya tidak menyuruh dan tidak pula meralang. Sepanjang itu tujuannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen, ya lanjutkan," ujar Dahlan, belum lama ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×