kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

IPO Lorena mundur hingga 2011


Minggu, 10 Oktober 2010 / 14:40 WIB
IPO Lorena mundur hingga 2011
ILUSTRASI. BUMA, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)


Reporter: Gentur Putro Jati |

JAKARTA. PT Eka Sari Lorena Transport (ESLT), perusahaan pemilik jaringan bus antar kota antar provinsi (AKAP) Lorena menunda rencananya melantai di bursa saham sampai tahun depan. Awalnya, ESLT berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada Oktober 2010.

"IPO kami tunda dulu sampai tahun depan untuk mendapat hasil yang terbaik," kata Eka, akhir pekan lalu. Sayangnya, Ketua Umum DPP Organda tersebut enggan buka-bukaan alasan pasti penundaan IPO tersebut.

Juni lalu, Eka sempat membeberkan rencana ESLT melepas 20% sahamnya kepada publik. ESLT disebutnya tengah menyaring penjamin emisi untuk proses IPO itu. Saat ini dari enam perusahaan yang diseleksi, tinggal menyisakan tiga perusahaan dimana seluruhnya merupakan perusahaan penjamin emisi dalam negeri. "Kami perkirakan 20% saham yang dilepas itu senilai Rp 150 miliar," kata Eka waktu itu.

Dengan mengharapkan dana hasil IPO hanya Rp 150 miliar, ESLT menurutnya jelas tidak berniat mencari dana untuk pengembangan usaha. "IPO dilakukan supaya ESLT menjadi perusahaan yang lebih baik dan lebih transparan. Kami ingin melepas status sebagai perusahaan keluarga yang isinya itu-itu saja," jelasnya.

Sampai pertengahan tahun 2010 ESLT mengoperasikan 500 bus Mercedes Benz dengan empat kelas yaitu Super Eksekutif, Eksekutif, VIP, dan Bisnis yang melayani lebih dari 54 kota tujuan di seluruh Indonesia. Seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Lampung, Merak, Tangerang, Jakarta, Bogor, Bandung, Cikampek, Cirebon, Purwokerto, Semarang, Jogjakarta, Solo, Madiun, Bojonegoro, Kediri, Surabaya, Malang, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Denpasar, Tegal, Pekalongan, Blitar, Cikarang, Bangkalan, Sampang, Blega, Pamekasan, dan Sumenep.

Tahun ini perseroan akan menambah lebih dari 25 unit bus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×