kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Investor sudah perhitungkan pemangkasan suku bunga acuan BI, rupiah menguat tipis


Kamis, 19 September 2019 / 17:17 WIB

Investor sudah perhitungkan pemangkasan suku bunga acuan BI, rupiah menguat tipis
ILUSTRASI. Uang rupiah


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga Fed Funds Rate (FFR) dan BI 7 day reverse repo rate (BI 7 DRR) turun sesuai ekspektasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar menguat tipis. 

Mengutip Bloomberg, di pasar spot, Kamis (19/9), rupiah menguat 0,05% ke Rp 14.060 per dolar AS. Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,13% ke Rp 14.099 per dollar AS. 

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan faktor turunnya suku bunga FFR dan diikuti turunnya BI7DRR sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%, mempengaruhi rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS. 

Baca Juga: Suku bunga turun, rupiah hari ini ditutup menguat ke level Rp 14.060 per dolar AS

"Pemangkasan suku bunga sudah terjadi, sehingga ruang pelemahan rupiah sudah selesai, untuk sementara rupiah bergerak agak tenang," kata Lukman, Kamis (19/9). 

Sementara, tren penurunan suku bunga ini juga membuat mata uang negara lain cenderung bergerak rebound. 

Sementara, Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan penguatan rupiah hanya tipis saja karena penurunan suku bunga saat ini sudah diekspektasikan pelaku pasar. 

"Rupiah tidak bergerak banyak, tipis saja karena pelaku pasar sudah priced in," kata David. 

Baca Juga: BI rate turun, rupiah masih belum keluar zona merah

Lukman memproyeksikan rupiah pada perdagangan Jumat (20/9) masih bisa menguat dengan sentimen yang kurang lebih sama seperti saat ini. Rentang rupiah besok berada di Rp 14.020 per dolar AS hingga Rp 14.100 per dolar AS. 

Senada, David juga memproyeksikan pergerakan rupiah besok tidak akan banyak berubah seperti hari ini dengan rentang di Rp 14.060 per dollar AS hingga Rp 14.090 per dollar AS. 

"Belum ada data ekonomi yang bisa menggerakkan rupiah terhadap dolar AS, sambil menunggu perkembangan perang dagang AS dan China terkait negosiasi yang akan kembali dilakukan," kata David. 


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×